PDIP: Pilkada Gorontalo harus hadirkan kekuasaan berwatak kerakyatan

Hasto sebut PDIP ingin majukan Gorontalo seperti era Megawati. PDIP berpegang pada perspektif kesejarahan, karena dengen memerdekakan gagasan politik kita, memenangkan ideologi, kita akan memerdekakan rakyat marhaen.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
PDIP: Pilkada Gorontalo harus hadirkan kekuasaan berwatak kerakyatan
Hasto di Gorontalo. ©2016 Merdeka.com

Provinsi Gorontalo dinilai mempunyai potensi untuk maju. Untuk itu, PDI Perjuangan ingin memajukan Gorontalo dengan memenangkan pilkada Gorontalo dengan menghasilkan pemimpin merakyat.Provinsi Gorontalo yang saat pemekarannya dilakukan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri ke depan harus terus menjadi daerah maju dengan meningkatnya pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya. Hal itu bisa terwujud jika kepemimpinan dipegang oleh pemimpin yang dalam kepemimpinannya dikendalikan oleh ideologi, seperti halnya kepemimpinan Presiden Jokowi dengan ideologi Pancasila 1 Juni 1945."Bagi PDI Perjuangan, kekuasaan adalah alat perjuangan. Maka dari itu, kita berpegang pada perspektif kesejarahan, karena dengen memerdekakan gagasan politik kita, memenangkan ideologi, kita akan memerdekakan rakyat marhaen. Kita harus memenangkan Pilkada Gorontalo ini, memenangkan pasangan Hana-Toni untuk menjadikan kekuasaan di Gorontalo ini berwajah kerakyatan," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Minggu (16/10).Hadir dalam rakerdasus tersebut diantaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Idham Samawi dan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Bambang DH. Hadir juga pasangan Hana-Toni, serta perwakilan partai pengusung. Hadir juga Wakil Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Mochtar Muhammad, yang ditugaskan khusus untuk pemenangan Pilkada Gorontalo. Selain itu, juga Sekretaris DPD Partai Golkar Gorontalo Paris Jusuf, meskipun partainya mengusung calon lain.Untuk bisa mewujudkan kekuasaan yang berwajah kerakyatan, sesuai dengan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, khususnya sila kemanusiaan dan sila keadilan sosial, PDI Perjuangan telah menyekolahkan para calon kepala daerah dalam Sekolah Partai yang diisi dengan berbagai gagasan dan program-program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bagi PDI Perjuangan, pengalaman mengelola kekuasaan sudah cukup banyak, mulau dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah dimana banyak kader dan kepala daerah PDI Perjuangan yang berhasil dalam mengelola kekuasaan tersebut.Dia mencontohkan bagaimana padi MSP (Mari Sejahterakan Petani) yang dikembangkan PDI Perjuangan bisa meningkatkan hasil pertanian dari yang biasanya hanya menghasilkan panen padi 6 ton per hektar kini dengan padi MSP bisa menjapai 6-11 ton per hektar. Kemudian juga pengembangan cabe serta buah naga yang cukup berhasil di daerah yang dipimpin kader PDI Perjuangan."Ini adalah contoh sederhana bahwa PDI Perjuangan partai yang punya wajah kerakyatan," ujar Hasto.Dengan pengalaman dan konsistensi ideologi PDI Perjuangan itu, Hasto meyakini Provinsi Gorontalo akan lebih maju ketika dipimpin oleh pasangan Hana-Toni, figur yang dalam menjalankan kepemimpinannya dikawal dengan ideologi serta bersinergi dan satu arah dengan gerak pembangunan pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, yang juga kader PDI Perjuangan.Untuk itulah, Hasto mengingatkan, bahwa kemenangan Pilkada Gorontalo bukan hanya soal orang per orang, tetapi merupakan marwah partai untuk memperjuangkan ideologi, untuk berjuang bersama rakyat demi meningkatkan kesejahteraan."Ibu Mega telah menugaskan DPD dan DPC hingga anak ranting se-Sulawesi untuk gotong royong memenangkan Pilkada ini. Semua harus rampak barisan, tidak boleh ada yang ragu. Bagi yang tidak mau dengan keputusan ini, sesuai perintah Ibu Ketua Umum, silahkan dengan jantan keluar dari barisan ini," tegas Hasto.

Rekomendasi