Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku tengah fokus mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaganya. Di era kepimpinannya saat ini, Tito berharap kepercayaan publik kepada polisi terus meningkat.Untuk merealisasikan hal itu, Tito mengaku sudah membuat satu program yakni Polisi yang Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter). Menurut dia, Promoter merupakan program seperti dasar negara Pancasila yang bernaung di Undang-Undang Dasar (UUD) 1945."Promoter ini mirip Pancasila. Kalau di negara kita dibawah Pancasila ada UUD 45 yang intinya pembukaan, setelah itu dijabarkan dalam pasal-pasal," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/10)."Maka Promoter yang menjadi Pancasila, paket kebijakan saya tadi, UUD nya commander wish, harapan pimpinan, kebijakan inti pimpinan, mau dibawa kemana institusi Polri ini," tambahnya.Setelah menjabarkan hal itu, Tito menyampaikan 11 program prioritas dari Promoter. Salah satunya mencapai kembali kepercayaan publik terhadap Polri."11 Program prioritas ini yang harus kita kerjakan yaitu mencapai Polri yang dipercaya. 11 Prioritas ini, dijabarkan lagi dalam 61 program. Dibuat indikator, sudah tercapai atau tidak, sehingga 100 hari dihitung dengan statistik Polda, Polres mana yang sudah melakukan itu mana yang tidak, akan kita ukur," jelasnya.Kepolisian Republik Indonesia menggelar acara 100 hari kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Turut serta sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) dalam acara tersebut.
Pimpin Polri, Jenderal Tito fokus kembalikan kepercayaan publik
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku tengah fokus mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaganya. Di era kepimpinannya saat ini, Tito berharap kepercayaan publik kepada polisi terus meningkat. Untuk merealisasikan hal itu, Tito mengaku sudah membuat satu program Promoter.
Advertisement
Rekomendasi