Ibu mutilasi anak di Cengkareng rumah tangganya sedang tak harmonis

Ibu mutilasi anak di Cengkareng rumah tangganya sedang tak harmonis. Pelaku diketahui juga dalam kondisi kejiwaan yang tidak stabil. Orang tua pelaku juga meminta agar masyarakat tidak menyebut anaknya itu sebagai pembunuh sadis.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Ibu mutilasi anak di Cengkareng rumah tangganya sedang tak harmonis
Ilustrasi Mutilasi. ©2015 Merdeka.com

Peristiwa mutilasi anak dilakukan ibu kandungnya di Cengkareng, Jakarta Barat, bikin geger masyarakat. Orang tua pelaku, Jaelani menyangka Mutmainah tega membunuh darah dagingnya sendiri."Enggak nyangka dan ga percaya aja dengar kabar ini. Mungkin anak saya (Mutmainah) kondisinya dalam tekanan (depresi)," tutur Jaelani di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (4/10).Jaelani mengaku bahwa sedang kurang harmonis dengan sang suami Aipda Denny Iskandar. "Yang saya tahu mereka lagi ada masalah rumah tangga. Saya enggak terima kalau anak saya dituduh kriminal, dia begitu depresi karena suaminya," ucap dia.Jaelani mengungkapkan, hubungan Mutmainah dan suaminya memang belakangan ini tidak harmonis. Kena pernah curhat dengan dirinya. "Dia pernah bilang (curhat), katanya gajinya sebulan juga engga pernah tahu, dikasih cuma satu juta per bulan," ungkap Jaelani.Dua hari sebelum kejadian, kata Jaelani, Mutmainah sempat mengeluh sudah tidak tahan dengan kondisi rumah tangganya. Terutama kelakuan suaminya berwatak keras dan kurang peduli pada keluarga."Iin (Mutmainah) sudah enggak tahan dengan suami (Denny), saya udah nggak kuat jalanin runah tangga ini," kata Jaelani menirukan ucapan anaknya itu.Komala, ibu Mutmainah, juga menceritakan hal sama. Dirinya menuturkan putrinya itu dalam kondisi kejiwaan yang tidak stabil, hal ini dilihat dari sikap Mutmainah yang menjadi pendiam."Dulu kan sebelum menikah badan saya gemuk, tapi sekarang kurus," ujar Komala menirukan ucapan putrinya.Kedua orang tua Mutmainah, mengaku menyerahkan persoalan ini kepada pihak berwajib dan meminta agar masyarakat tidak menyebut anaknya itu sebagai pembunuh sadis"Ya kalau udah begini kita serahkan kepada yang berwajib, masyarakat jangan langsung menilai anak saya pembuhu sadis kalau belum tahu sebabnya," tutup Jaelani.

Rekomendasi