Ibu pemutilasi anak anut ajaran tertentu & sering dapat bisikan gaib

Ibu pemutilasi anak anut ajaran tertentu & sering dapat bisikan gaib. "Dia menuntut ilmu tertentu yang mungkin dia tidak bisa menghadapi itu sehingga ada bisikan-bisikan dari yang dia dengarkan apabila ilmunya bisa sempurna dia harus mengorbankan anaknya," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ibu pemutilasi anak anut ajaran tertentu & sering dapat bisikan gaib
tkp mutilasi anak di cengkareng. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Yusepa

Mutmainah alias Iin (26) tega memutilasi balitanya yang masih berusia 13 bulan. Bayi malang itu langsung meregang nyawa.Tak cuma bayi 13 bulan, Iin juga memutilasi anak angkatnya yang berjenis kelamin perempuan usia 3 tahun. Beruntung, putrinya masih bisa diselamatkan meski kini trauma.Iin sendiri masih diperiksa intensif oleh kepolisian. Dugaan sementara, Iin mengalami gangguan jiwa karena menganut ilmu-ilmu tertentu yang membuatnya sering mendengarkan bisikan-bisikan gaib yang menyuruh membunuh anaknya."Dia menuntut ilmu tertentu yang mungkin dia tidak bisa menghadapi itu sehingga ada bisikan-bisikan dari yang dia dengarkan apabila ilmunya bisa sempurna dia harus mengorbankan anaknya," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (4/10).Menurutnya, Iin sudah menganut ilmu tertentu tersebut hampir dua tahun ini. Tak jarang akibat bisikan gaib itu membuat Iin bertengkar dengan suaminya Aipda Deni Siregar."Sudah hampir dua tahun (dia menganut), ada kelainan juga. Memang suaminya sering juga diajak untuk berantemlah dengan yang bersangkutan, itu yang kita sayangkan kenapa bisa terjadi," tutur Iriawan.Keterangan Mutmainah menganut ajaran-ajaran tertentu tersebut masih didalami kepolisian. Pihaknya masih berusaha mencari tahu dari mana asal ajaran tersebut."Itu sedang kita dalami, dia sementara hanya menyampaikan itu. Kan ada juga beberapa kejadian yang serupa di tempat lain, yang memang demikian, ada bisikan yang apabila akan sempurna ilmunya dia harus melakukan ritual itu," ujarnya.

Rekomendasi