Alasan dealer di Depok terima duit koin dari Setiadi buat beli motor

Dealer Honda Motor Depok di Jalan Raya Sawangan, masih melakukan perhitungan terhadap duit koin diterima dari salah seorang konsumennya, Setiadi, untuk membeli motor. Duit itu diperkirakan mencapai Rp 33 juta.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Alasan dealer di Depok terima duit koin dari Setiadi buat beli motor
Beli motor dengan uang koin satu ember. ©2016 Merdeka.com

Dealer Honda Motor Depok di Jalan Raya Sawangan, masih melakukan perhitungan terhadap duit koin diterima dari salah seorang konsumennya, Setiadi, untuk membeli motor. Duit itu diperkirakan mencapai Rp 33 juta."Kemarin dari jam 09.00 WIB hingga 15.00 WIB sudah sampai Rp 14 juta," kata Yulia Anggraini, Sales Marketing Honda Motor Dealer Depok, Selasa (27/9).Anggraini perkirakan penghitungan selesai besok. Sampai saat ini motor Honda CBR berkapasitas 150 cc yang diinginkan Setiadi belum diserahterimakan. "Setelah selesai baru diberikan," tandasnya.Jika proses perhitungan lancar maka diprediksi hari ini bisa sampai Rp 25 juta. Dan di hari berikutnya baru akan dilakukan finalisasi jumlah nominal koin. "Kami minta waktu sampai besok sama pembelinya," ucapnya.Dirinya menceritakan, dua bulan sebelumnya pernah ditelepon Setiadi. Dia bertanya apakah dealernya bersedia menerima uang koin sebagai pembayaran.Kemudian Yulia bertanya pada pimpinan bagian Hani, kepala administrasi. "Pimpinan bilang terima saja karena itu bagian dari pelayanan. Dia (pembeli) senang karena diperbolehkan," ungkapnya.Namun sebulan setelah menelepon, Setiadi tidak ada kabar. Dirinya sempat berpikir kalau Setiadi tidak jadi membeli. "Tahu-tahu hari Minggu kemarin dia datang nanya lagi," tandasnya.Sebelum dibawa ke dealer, Setiadi lebih dulu mencuci koinnya. Karena dia khawatir koinnya kotor dan rusak karena disimpan sejak lima tahun lalu. "Dia bilang mau dicuci dulu karena takut kotor dan berkarat," katanya.Yulia mengaku kaget ketika melihat tumpukan koin dalam ember dan dus yang dibawa Setiadi. Dengan teliti, Yulia dibantu beberapa karyawan lain menghitung koin demi koin. "Rasanya ya capek. Saya pikir enggak akan kayak gini," ucapnya sambil tertawa.Setiadi sendiri adalah pelanggan dealer tersebut. Dia sudah pernah beli motor di tempat itu dua kali. "Yang dulu cash, baru kali ini pakai koin. Kita sempat syok tapi tetap harus dilayani," terangnya.

Rekomendasi