Home stay di Sawahlunto terbaik ke-5 di Asia Tenggara

Dirinya menjamin, home stay di sana tidak kalah dengan hotel bintang 3.

Ibnu Siena
Oleh Ibnu Siena - Reporter
Home stay di Sawahlunto terbaik ke-5 di Asia Tenggara
Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf kunjungi KLN. ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Setelah tidak lagi menghasilkan batu bara secara signifikan, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat kini beralih menggerakkan sektor pariwisata.

Untuk menunjang hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto terus mengembangkan berbagai fasilitas penunjang, termasuk untuk penginapan.

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf mengatakan, penginapan yang mereka tawarkan kepada wisatawan salah satunya berupa rumah penginapan (home stay).

Dirinya menjamin, home stay di sana tidak kalah dengan hotel bintang 3. Terbukti, penginapan di Sawahlunto merupakan yang terbaik ke-5 di Asia Tenggara."Kita ada (hotel) bintang 3, tapi kita kembangkan di sana home stay yang partisipasi masyarakat. Home stay kita ini merupakan yang terbaik ke-5 di Asia tenggara," kata dia saat berkunjung ke Kantor Kapanlagi Network.

Menurutnya, saat ini sudah ada 150 tempat tidur yang bisa digunakan para wisatawan. Semua itu merupakan hasil swadaya masyarakat dalam rangka turut membantu meningkatkan sektor pariwisata di wilayah tersebut.

"Pelayanannya seperti hotel bintang 3 bersih, peralatannya juga hotel. Kemudian, home stay kita ini merupakan yang terbaik ke-5 di Asia tenggara, itu home stay kita," ungkapnya.

Lanjut Ali, home stay memang menjadi pilihan utama untuk dikembangkan. Karena, para wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto pada umumnya ingin ikut merasakan kehidupan keseharian dari masyarakat sekitar."Harga 250 (ribu), average (rata-rata). Mereka sudah ada ada semacam asosiasi. Di mana pelayanan home stay kita juga jauh lebih baik, culture-nya terasa. Mereka juga melayani dengan hati," tuturnya."Dan wali kota komitmen bahwa pemilik homestay jangan mengubah kebiasaan dan tradisi kita, misal ada tamu non muslim, tetapi warga tetap mengaji yang memang sudah menjadi tradisi. Tidak hanya muslim, banyak non muslim juga dirikan home stay," tuntasnya.

Rekomendasi