Paham radikal semakin tumbuh subur sehingga perlu sinergi antara pihak sekolah dan orangtua. Pemerintah juga harus menata mekanisme pendidikan agar siswa bisa terhindar dari paham tersebut. Wakil Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zubair Mag mengaku pernah menemui sebuah sekolah cukup mentereng di Jakarta memutar film perjuangan masyarakat Palestina. Selain itu ditampilkan juga foto-foto korban anak-anak yang berdarah-darah."Tidak pada tempatnya hal-hal seperti ini disuguhkan ke anak-anak sekolah dasar. Itu harus segera diantisipasi oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan," ujar Zubair, Rabu (14/9).Menurutnya, sekolah dan anak didik harus dijauhkan dari pengaruh radikalisme agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Oleh karena itu, kata dia, kementerian terkait juga harus bersinergi untuk melawan upaya penanaman paham radikal melalui cara-cara seperti itu di sekolah."Banyak hal yang harus dibenahi di dunia pendidikan. Semisal, ajaran-ajaran agama Islam yang harus dijaga agar tetap pada koridor ajaran yang bisa diterima oleh agama Islam umumnya," ujarnya. Lebih lanjut Zubair mengemukakan bahwa pencegahan pengaruh paham radikal pada anak juga menjadi tanggung jawab orangtua, lembaga pendidikan, dan ulama. Menurutnya, keterlibatan ulama penting karena merupakan sosok profesional dan terpelajar yang terlibat dalam segala bidang urusan kemasyarakatan. "Keluarga, ulama, dan sekolah harus bersinergi agar anak-anak kita jauh dari paham radikalisme," tandasnya.Sebelumnya, dalam Sarasehan Empat Pilar MPR, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius mengatakan seluruh komponen bangsa harus berusaha menjaga agar sel-sel radikalisme tidak bergerak terus memengaruhi dan mencuci otak anak-anak dengan paham radikal yang bisa mengancam keutuhan NKRI.
Bahaya radikalisme, film perjuangan Palestina diputar di SD Jakarta
Selain itu ditampilkan juga foto-foto korban anak-anak yang berdarah-darah.
Advertisement
Rekomendasi