168 WNI jemaah haji Filipina akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin

Rencananya para warga yang didatangkan dari Filipina ini akan dijemput Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
168 WNI jemaah haji Filipina akan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. ©2016 Merdeka.com/Mappesona

Sebanyak 158 warga negara Indonesia (WNI) tersandung kasus 'jemaah haji Filipina' rencananya tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Minggu (4/9) sekitar pukul 10.35 WITA. Mereka bakal menumpang pesawat carteran AirAsia dengan nomor penerbangan XT 983.Communication and legal section Angkasa Pura I, Turah Aji Ari mengatakan, kedatangan para jemaah gagal ke Tanah Suci ini didampingi pihak Kedubes dan Kemenlu. Di antara para jemaah, 110 orang di antaranya berasal dari beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel).Kata Turah, rencananya para warga yang didatangkan dari Filipina ini akan dijemput Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo."Tadi kami dapat informasi dari pihak Gubernur kalau dipastikan akan menjemput. Jadi sementara ini kami mencari-cari ruangan dalam bandara kira-kira ruangan mana yang bisa memuat para jemaah dan rombongan pejabat. Juga cari kursi, soundsystem dan lainnya," kata Turah Aji Ari.Seperti diketahui, 177 Calon haji penumpang Philippines Airlines asal Indonesia menggunakan jalur ilegal. Mereka diduga kuat menggunakan dokumen palsu yang diatur oleh sindikat di Filipina. Para anggota jemaah ini akhirnya diturunkan dari pesawat, lantaran tak bisa berbicara Tagalog yang menjadi bahasa resmi Filipina.Selama ini KBRI juga telah memasok kebutuhan logistik harian para WNI, seperti makanan, minuman, obat-obatan, pakaian dan perlengkapan sanitasi. Selain itu KBRI Manila juga telah membentuk Tim Piket agar on daily basis bisa memantau keadaan seluruh 177 WNI di detensi imigrasi dan stand by selama 24 jam 7 hari untuk merespon setiap perkembangan yang membutuhkan penanganan secara cepat.

Rekomendasi