Pemerintah harus pikir nasib petani tembakau bila harga rokok naik

Selain itu, pemerintah harus pikirkan dampak penurunan daya beli rokok pada buruh yang bekerja di perusahaan rokok.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah harus pikir nasib petani tembakau bila harga rokok naik
Petani tembakau. ©2016 blogspot.com

Isu akan ada kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu perbungkus, menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan. Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan, tidak setuju jika pemerintah menerapkan wacana tersebut.Dia meminta semua kebijakan harus dipikirkan matang-matang sebelum diterapkan. Jangan sampai mengeluarkan kebijakan yang salah termasuk dengan menaikkan harga rokok karena ada rakyat kecil yang terkena imbas."Saya bukan tidak setuju tanpa alasan. Saya minta pemerintah lebih hati-hati," katanya, dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (27/8).Pemerintah, kata dia, jangan hanya melihat dari sisi kesehatan. Sebab, ada nasib petani tembakau yang perlu dipikirkan dan para buruh yang menyangkut masalah ketenagakerjaan."Harus diperhatikan juga dari aspek industri, di bawah industri ada petani tembakau. Ada ketenagakerjaan," ujar dia.Politisi Partai Golkar itu menambahkan, menciptakan lapangan pekerjaan sangat sulit jika para buruh di PHK gara-gara harga rokok naik.

Rekomendasi