PAR (17), siswi SMK yang magang di Wali Kota Jakarta Pusat kini merasa dikucilkan di sekolah. PAR diduga dicabuli oleh tiga orang PNS Dinas Pariwisata Pemkot Jakarta Pusat."Di sekolah dia merasa terkucilkan," ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait saat dihubungi, Rabu (24/8).Kata Arist, hasil tes psikologis PAR oleh pihaknya cukup baik. Namun, rasa malu terus menghantui PAR dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk di sekolah."Jadi secara psikologis masih terganggu," pungkasnya.Seperti diberitakan, PAR siswi SMK salah satu sekolah swasta di wilayah Jakarta mendapati tubuhnya dalam keadaan telanjang, di salah satu ruangan Sudin Pariwisata, Kantor Wali kota Jakarta Pusat. PAR saat itu dibekap dari belakang oleh seorang pria yang disinyalir sebagai PNS Pariwisata. Dari pengakuan korban, dirinya sempat melihat ada tiga orang yang berdiri di dekatnya. Orang yang diduga melakukan pencabulan tersebut berinisial A, H, dan Y. Pihak kepolisian sudah memeriksa 32 saksi, namun hingga kini belum ada tersangka.
Siswi magang korban pencabulan merasa dikucilkan di sekolah
Rasa malu terus menghantui PAR dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk di sekolah.
Advertisement
Rekomendasi