Presiden Joko Widodo mengumpulkan para teladan nasional di Istana Negara, Kamis (18/8). Teladan negara ini terdiri dari pemenang olimpiade sains hingga tokoh-tokoh berprestasi di Kementerian dan Non Kementerian.Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi meminta kepada teladan yang berasal dari daerah terpencil untuk menceritakan pengalamannya. Absalon Ola, seorang kepala sekolah dari daerah Timor Tengah Selatan (TTS), segera mengangkat tangan. Presiden kemudian mempersilakan Ola, sapaan akrabnya, untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu."Nama saya Absalon Ola dari provinsi NTT, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kecamatan Ndana, saya adalah kepala sekolah sekolah dasar (SD) berdedikasi di daerah," ujar Ola di Istana Negara.Kepada Ola, Presiden Jokowi bertanya berapa jarak antara Kota Kupang, NTT dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tak hanya itu, Presiden juga menanyakan kendaraan apa yang bisa digunakan untuk sampai di daerahnya."Kalau dari Kupang ke ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan, itu 5 jam dengan mobil," jelasnya."Terus dari Kabupaten Kota ke kecamatan berapa jam lagi?" tanya Presiden lagi."Dari ibu kota kabupaten ke ibu kota kecamatan itu dengan mobil, itu 5 jam lagi. Terus dari ibu kota kecamatan ke tempat kerja saya itu berbatasan dengan negara Timor Leste, itu jalan dengan sepeda motor kalau musim kemarau, itu 10 jam, " terangnya."Sebentar-sebentar, itu tadi musim kering 10 jam?" tanya Presiden seolah ingin tahu lebih jauh."Iya pak, 10 jam dengan sepeda motor," jawab Ola."Terus kalau dari rumah ke sekolah itu berapa jam?," lanjut Presiden."Kebetulan tempat tinggal di kompleks sekolah, jadi kita bukan asli di tempat itu, saya dari kecamatan lain yang pergi mengabdi, dan di tempat tinggal itu jumlah guru ada 6 orang, pegawai negeri hanya kami dua orang, sedangkan honor ada 4 orang, dan saya bilang, mereka kamu tinggal di kompleks sekolah, tidak boleh tinggal di luar karena agar tidak mengganggu proses belajar mengajar," beber Ola.Kepada Presiden, Ola juga menceritakan untuk sampai di sekolah tempat dia mengajar, dirinya harus berjalan kaki selama tiga atau empat hari. Hal ini terjadi jika musim hujan tiba. "Kebetulan sekolah saya itu diapit oleh 4 sungai besar, ini dari Gunung Mutis, gunung tertinggi di pulau timor, dan kalau musim hujan itu saya tidak bisa melewati dengan sepeda motor tapi dengan jalan kaki, sampai 3 hari 4 hari baru sampai tempat tugas. Kalau belum sampai dan hujan di hulu maka saya bermalam satu dua malam setiap sungai itu pun tidak bisa diseberang oleh orang. Ketika air sudah surut orang baru bisa seberangkan saya ke tempat tugas saya, saya bermalam di pinggir sungai itu 2 3 malam kalau sedang musim barat atau musim Januari dan Februari," kisahnya.Mendengar penjelasan Ola, Presiden Jokowi kemudian memuji perjuangan tokoh berprestasi. Mantan Wali Kota Solo ini berjanji akan menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas."Infrastruktur menjadi fokus bekerja kita, karena tadi seperti yang sudah diceritakan tadi, kalau hujan kalau enggak hujan seperti apa. Memang kondisi di daerah perlu sebuah akselerasi, percepatan, agar pembangunan infrastruktur betul-betul bisa kita lakukan," tutup dia.
Cerita kepsek dari pedalaman NTT bikin Jokowi terharu
Jika musim kemarau, dia harus menempuh perjalanan belasan jam, namun saat hujan justru mencapai 4 hari lewati sungai.
Advertisement
Rekomendasi