Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengaku sudah melapor kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal dua korban sandera yang berhasil meloloskan diri dari sekapan kelompok Abu Sayyaf. Dua korban itu yakni Mohammad Sofyan (28) dan Ismail."Sudah, barusan saya lapor," ungkap Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/8).Setelah mendapat laporan tersebut, Presiden Jokowi meminta agar upaya pembebasan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang masih disandera terus dilakukan. Presiden menekankan agar keselamatan WNI tersebut diprioritaskan. "Jadi kita upayakan untuk segera membebaskan dan keselamatan jadi prioritas. Kita berusaha semaksimal mungkin," jelas Retno.Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda ini menjelaskan, dirinya baru mendengar ada korban sandera WNI berhasil melarikan diri dari sekapan kelompok militan Abu Sayyaf pada Rabu (17/8), sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban yang bernama Mohammad Sofyan dikabarkan sudah berada di Kepulauan Sulu, Filipina Selatan."Nah pada sore harinya Pak Sofyan sudah berada di Zamboanga," terang Retno.Sementara itu, korban lain bernama Ismail terkonfirmasi bahwa masih berada di Kepulauan Sulu. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) saat ini mengupayakan agar korban dibawa ke Zamboanga.Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menjelaskan, Ismail sudah berada dalam perlindungan pemerintah Filipina. Ismail, tengah menjalani pemeriksaan kesehatan.Wiranto mengaku belum bisa membeberkan bagaimana proses kaburnya korban sandera itu dari sekapan Abu Sayyaf."Ya ceritanya tentunya panjang, tapi saya kira kita tunggu saja dari yang bersangkutan yang cerita, jangan saya yang cerita," ujar dia.
Jokowi terima laporan soal 2 WNI yang kabur dari sekapan Abu Sayyaf
"Jadi kita upayakan untuk segera membebaskan, keselamatan jadi prioritas. Kita berusaha semaksimal mungkin," ujarnya
Rekomendasi