Berpaspor Prancis, Gloria masih berpeluang jadi Paskibraka 2016

Gloria sudah menyatakan sangat mencintai Tanah Air.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Berpaspor Prancis, Gloria masih berpeluang jadi Paskibraka 2016
Surat pernyataan WN Indonesia Gloria. ©2016 merdeka.com/istimewa

Gloria Natapradja Hamel gagal dikukuhkan Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2016. Gadis berusia 18 tahun itu batal dikukuhkan lantaran memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Indonesia dan Prancis.

Meski begitu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berjanji mengupayakan Gloria untuk menjadi Paskibraka 2016. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).

"Ada celah yang mungkin bisa dilakukan meski setelah undang-undang kewarganegaraan ditetapkan," ungkap Imam Nahrawi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/8).

Gloria akan didukung surat izin tinggal lima tahun di Indonesia. Terlebih, Gloria sudah menyatakan sangat mencintai Tanah Air.

"Saya bertemu Menkum HAM untuk opsi-opsi (peluang). Gloria begitu cintai tanah air," jelasnya.

Sebelumnya, Imam Nahrawi memastikan Gloria batal bergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas di HUT RI ke-71 di Istana Merdeka, Kamis (17/8).

"Kemenkum HAM sudah mengeluarkan surat bahwa memang saudari Gloria ini dinyatakan sebagai WNA dan sudah barang tentu keluarganya, orangtuanya akan segera ngurus tentang kewarganegaraan Gloria," kata Imam di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8).

Imam mengakui lalai dalam proses seleksi. Sebab, proses seleksi dilakukan di tingkat Kabupaten tepatnya di Kabupaten Depok yang tak bisa terpantau dengan baik.

"Karena ada proses seleksi di tingkat kabupaten yang tidak sempat kami pantau," katanya.

Rekomendasi