Usai kericuhan melibatkan anggota klub sepeda motor SATUDARAH, polisi memperketat keamanan. Mereka juga memerintahkan supaya pihak Imigrasi dan Bandara Internasional Ngurah Rai tidak lengah.Sebab menurut polisi, ada empat saksi diduga menjadi pelaku perusakan di diskotek Pyramid Kuta, Bali. Bahkan buat mencegah kaburnya saksi dari warga asing, pintu perlintasan masuk dan keluar negeri dijaga ketat.
"Dari pihak ketua perkumpulan ini sudah kita panggil. Itu koordinator yang ada di sini (Bali), juga sudah kita mintai keterangan untuk menjamin saksi yang juga anggotanya tidak ke luar dari Bali," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, di Denpasar, Bali, Selasa (9/8).Hadi menyatakan beberapa anggota SATUDARAH itu memang sedang dicari."Pihak Imigrasi sudah kita libatkan, termasuk pengawasan di Bandara Ngurah Rai. Jangan sampai mereka pergi, ini tentu akan menyulitkan kita dalam proses penyidikan nantinya," ujar Hadi.Hanya saja dikatakan Hadi, beberapa anggota SATUDARAH dari Jakarta ataupun Belanda sudah meninggalkan Pulau Bali."Hanya tersisa saksi yang asal Belanda ini saja ada di Bali. Seluruhnya ada empat orang," ucap Hadi.Ditambahkan Hadi, memang ada ratusan anggota klub SATUDARAH sedang menggelar kegiatan di Bali. Agendanya hanya berupa temu anggota. Bahkan kata Hadi, seharusnya acara itu digelar selama empat hari, tetapi terpaksa hanya selama tiga hari lantaran insiden kericuhan."Kalau tidak salah, harusnya hari ini (Selasa, 9/8) mereka ada di sini (Bali). Tetapi kemarin sore sudah pada balik semua, mereka empat hari rencananya di Bali. Untuk acara pertemuan. Pantauan kami hanya di Kartika Plaza dan Boshe," tutup Hadi.