Pesta klub SATUDARAH di Bali tak berizin, polisi berkelit

Polresta Denpasar mengaku sudah diingatkan Mabes Polri. Namun kericuhan tetap terjadi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pesta klub SATUDARAH di Bali tak berizin, polisi berkelit
Olah TKP kericuhan geng motor satu darah. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Polresta Denpasar menyatakan tidak pernah menerbitkan izin buat kegiatan klub sepeda motor SATUDARAH di Bali. Namun, mereka sudah diingatkan supaya terus mengawasi perkumpulan itu.‎"Izin secara resmi tidak ada dilayangkan ke pihak kami. Hanya saja, kami sebelumnya sempat diimbau dari Mabes Polri untuk melakukan pengawasan, terkait kegiatan mereka di Bali," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, Selasa (9/8).Bahkan sebelum insiden terjadi, Purnomo sudah mengawasi dan mengawal pesta klub SATUDARAH di bar Boshe, bertempat di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta. Pertimbangannya karena kelompok ini kerap membuat keributan, dan masuk daftar merah di Australia."Saat menerima laporan dari Mabes, kami langsung tempatkan anggota di mana saja mereka lakukan kegiatan selama di Bali. Karena informasinya kelompok ini perlu diawasi agar tidak terjadi hal yang diinginkan," ujar Hadi.Kendati tidak memberikan izin, tetapi Hadi menyatakan sudah mengawal kegiatan klub SATUDARAH."Hanya dua kegiatan saja kita kawal. Saat mereka rapat di Kartika Plaza Hotel dan party di Boshe. Bahkan selesai acara, mereka tetap dikawal ke hotel masing-masing, hingga terjadi insiden di Pyramid itu perorangan sifatnya. Itu di luar dari pengawasan anggota kami," kelit Purnomo.

Rekomendasi