Baru sepekan membina rumah tangga, Azutri Wira Septian alias Wira (26) malah babak belur. Sebabnya, dia dikeroyok oleh ibu mertua dan keluarga istrinya.Tak terima dicakar dan mengalami lebam di sekujur tubuhnya, Wira memutuskan melapor ke polisi. Pengeroyokan terjadi di rumah mertua Wira, di Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, Palembang, Kamis (4/8) malam. Pemicunya sepele, yakni hanya gara-gara utang pelaminan digunakan dalam pernikahan korban sepekan lalu.Wira menceritakan, dia bersama orang tuanya diminta datang oleh pihak keluarga istrinya buat menyelesaikan tunggakan pelaminan sebesar Rp 9 juta. Dalam musyawarah, korban meminta waktu melunasinya karena akan mencari uang terlebih dahulu.Permintaan korban ternyata tidak dikabulkan hingga terjadi salah paham antara Wira dan keluarga istrinya. Tak ingin terjadi masalah karena pengantin baru, korban berniat pulang. Saat keluar rumah, baju korban ditarik ibu mertuanya, Marlis. Lantas, ibu mertuanya bersama adik ipar korban, Rahmat, dan saudara mertuanya, Sahrowardi, mengeroyok korban."Saya minta waktu buat bayar sisa pelaminan itu. Tapi, ibu mertua saya, adik ipar, sama saudara ibu mertua, malah mengeroyok. Saya malu ditendang, dipukul, dicakar-cakar begitu, apalagi dilihat orang tua sama istri saya sendiri," kata Wira saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (5/8).Akibat pengeroyokan itu, Wira mengalami luka cakar di pipi, dada, lengan, leher, dan punggung. Dia juga masih merasakan nyeri akibat luka lebam di wajahnya akibat ditonjok keluarga istrinya itu."Baru seminggu menikah kok kaya gini, tapi mau apalagi, saya tidak senang. Lagian mereka tidak ada niat baik sama saya, minta maaf pun tidak," ujar Wira.Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, jika terbukti bersalah, ketiga keluarga istri pelapor akan dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan."Kita dalami dulu dan panggil terlapor. Dugaan motifnya karena salah paham soal sisa bayaran pelaminan," kata Maruly.
Baru sepekan menikah, Wira dikeroyok keluarga istri gara-gara utang
Wira sakit hati lantaran para pelaku tidak meminta maaf.
Rekomendasi