Bujuk rayu gay di Depok tipu korban sampai ngaku jadi polisi

Dalam perkenalannya, Andriawan mengaku bernama Kompol Agung Bachtiar dan bertugas sebagai Kanit Jatanras Polda Metro.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Bujuk rayu gay di Depok tipu korban sampai ngaku jadi polisi
Andriawan. ©2016 Merdeka.com/Nurul Fauziah

Rayuan maut Andriawan akhirnya membuat calon pasangannya sejenisnya kepincut. Mengaku sebagai perwira polisi, membuat dia mudah melakukan tipu-tipu sambil merayu. Duit jutaan rupiah akhirnya dengan mudah didapat.Korban penipuan pria berusia 38 tahun ini adalah seorang sopir taksi online. Bujuk rayu Andriawan juga terbilang maut. Sedikit godaan mesum, korban akhirnya dibikin mabuk kepayang. Korban dan Andriawan bahkan kerap bertukar foto tak senonoh ketika melakukan chat di ponsel.Dalam perkenalannya, Andriawan mengaku bernama Kompol Agung Bachtiar dan bertugas sebagai Kanit Jatanras Polda Metro Jaya. Perkenalkan diri sebagai polisi, membuatnya makin percaya diri. Padahal pekerjaan asli Andriawan hanya seorang agen asuransi.Kesempatan menipu kekasih sejenisnya bermula ketika korban tengah mengalami suatu masalah. Lantaran mengaku polisi, Andriawan dengan percaya diri bisa membantu. Apalagi keduanya merasa sudah dekat dan kerap berkomunikasi intim."Saya nawarin mau bantu dia. Karena dia butuh uang katanya dan saya bilang saya bisa bantu," kata Andriwan, Sabtu (16/7) kemarin.

Polisi gadungan berpangkat komisaris ini juga meminta duit pelicin, kepada korban diminta uang muka. Karena percaya sekaligus jatuh cinta, korban akhirnya memberi uang sebesar Rp 2,5 juta.Andriawan berdalih uang itu diberikan korban karena korban suka dengan pelaku. "Dia suka sama saya. Saya coba minta uang dan dikasih," terangnya.Andriawan sebenarnya selama ini mempunyai istri dan dua anak. Mereka tinggal di Medan, Sumatera Utara. Meski begitu, tetap saja Andriawan tetap berhasrat bila bertemu dengan sesama jenis.Pelaku selama ini tinggal menyewa indekos di bilangan Kelapa Dua, Depok. "Kos di depan Golden Stick baru beberapa bulan," kata Andriawan.Andriawan juga mengaku tengah mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi swasta di Depok. Ini merupakan tahun keduanya duduk di bangku perkuliahan. "Semester empat jurusan manajemen," ungkapnya.Aksi gay penipu mengaku perwira polisi ini berujung penjara. Dia ditangkap kepolisian di wilayah Kelapa Dua, Depok.Wakil Kasat Reskrim Polresta Depok AKP Firdaus menuturkan, pelaku memakai identitas palsu untuk menghilangkan jejak. Akibat perbuatannya dia mendekam di sel Polresta Depok. Dia dijerat pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman lima tahun.

Rekomendasi