Derita para pedagang korban kebakaran Pasar Aksara Medan

Para pedagang korban kebakaran harus menanggung beban kerugian dan tunggakan utang yang harus dibayar ke perbankan.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Derita para pedagang korban kebakaran Pasar Aksara Medan
Pasar Aksara kebakaran. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Para pedagang di Pasar Aksara, Medan yang mengalami korban kebakaran kini nasibnya tidak jelas. Lantaran harus menanggung beban kerugian dan tunggakan utang yang harus dibayar ke perbankan.

Wakil Ketua Panitia Perjuangan Pedagang Pasar Aksara, Ahmad Khoir mengatakan, saat ini pedagang formal masih melakukan pendataan. Mereka mengumpulkan informasi terkait utang piutang di perbankan, tanggungan di keluarga, dan lokasi lapak di Pasar Aksara.

Pendataan pedagang formal masih berlanjut. PKL tidak dimasukkan dalam pendataan itu. "Kita juga mengupayakan agar pedagang emas dibenarkan mengambil brankasnya," pinta Khoir.

Ditambah, sejumlah Pedagang Kali Lima (PKL) di Pasar Aksara, yang berjualan di Jalan Prof HM Yamin, Medan, mendirikan lapak di trotoar dan di atas parit sekitar bekas lokasi kebakaran.

Aktivitas mereka pun membuat pedagang memiliki lapak (formal) selama ini berjualan di pasar tersebut melakukan protes, lantaran tidak dianggap menghargai nasib para pedagang yang mengalami musibah kebakaran.

"Kami minta ini ditertibkan. Mereka (PKL) tidak memikirkan kami pedagang formal yang sedang berduka. Kami minta agar ini segera ditertibkan. Apalagi kami mendengar desas-desus PKL ini sudah membayar kepada oknum tertentu. Kami minta mereka ditertibkan," beber Khoir.

Permintaan pedagang formal agar para PKL itu ditertibkan langsung direspons Pemkot Medan. Petugas Satpol PP dan aparat Kecamatan Medan Tembung pun menggusur lapak-lapak PKL itu.

Selain itu pada saat terjadi kebakaran, salah satu seorang karyawan toko buku di Pasar Aksara, Ainun (25), secara mendadak jatuh pingsan saat melihat kebakaran melanda pasar berlokasi di persimpangan Jalan HM Yamin Medan.

"Ainun mengalami sesak nafas, karena terlalu banyak menghirup asap tebal kebakaran Pasar Aksara tersebut," ujar Ameria (26), salah seorang rekan Ainun di lokasi kebakaran tersebut.

Dia mengungkapkan, korban pingsan itu dibawa ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk mendapatkan bantuan pertolongan, karena kelihatan lemas dan muka pucat pasi.

Sebelum mengalami pingsan, Ainun kelihatan berdiri diterik panas matahari, namun tiba-tiba roboh dan jatuh ke tanah. "Untung saja korban secepatnya ditolong," kata Ameria.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol L Zendrato mengatakan, warga mengalami jatuh pingsan itu karena berdesak-desakan saat melihat kebakaran Pasar Aksara.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu terlalu dekat menyaksikan kebakaran itu, lantaran akan menghambat petugas yang memberikan bantuan pertolongan.

"Perlu kesadaran masyarakat, agar proses pemadaman kebakaran tersebut secepatnya dapat dituntaskan," tegasnya.

Diketahui, Pasar Aksara, Medan, terbakar pada Selasa (12/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Awalnya api membakar hanya lantai 2 pasar. Namun api terus membesar dan menjalar hingga ke Ramayana Aksara. Akibat kebakaran itu, ratusan pedagang kehilangan lapak berjualan.

Kebakaran itu menghabiskan puluhan unit toko yang menjual sepatu, pakaian, kain, emas, dan lainnya. Sedangkan, para pedagang yang berada di lantai satu berhasil menyelamatkan seluruh barang dagangannya.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Rekomendasi