Cerita Serda Yogi, cinta mati TNI jadi korban tewas heli jatuh

Serda Yogi telah memiliki cita-cita jadi anggota TNI sejak masih duduk di bangku SMA.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Cerita Serda Yogi, cinta mati TNI jadi korban tewas heli jatuh
Pemakaman Serda Yogi. ©2016 Merdeka.com/Ronald

Serda Yogi Risci Sirait menjadi salah satu korban tewas dalam insiden jatuhnya Helikopter milik TNI AD di Dusun Kowang RT01/RW01 Desa Taman Martani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, beberapa hari lalu. Selain Serda Yogi, dua korban tewas lainnya yakni Letda Cpn Angga Juang dan Fransisca Agustin.Jenazah Serda Yogi telah dimakamkan kemarin di TPU Kalimulya 3 Cilodong. Serda Yogi diketahui cinta mati kepada korpsnya. Dia masuk TNI mengikuti jejak Almarhum ayahnya, Serma Difot Sirait.Walau begitu, Serda Yogi dulu sempat dilarang masuk TNI oleh sang paman. Dia malah disarankan masuk kepolisian."Bapak saya dulu bilang ke dia (Yogi) untuk masuk polisi saja," ujar sepupu Almarhum, David, saat ditemui merdeka.com di rumah duka Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok, Minggu (10/7).Namun, Serda Yogi tetap kukuh ingin masuk TNI. Sebab, dirinya ingin melanjutkan cita-cita Almarhum bapaknya."Masa bapak TNI saya masuk polisi," katanya menirukan perkataan Almarhum.

Tak cuma itu, saking inginnya jadi anggota TNI, Serda Yogi sempat berujar segala jenjang tes masuk TNI akan diikutinya baik dari calon tantama ataupun Akmil."Katanya (Yogi) sampai Catam gue bakal jabanin, yang penting masuk TNI. Akhirnya masuk dia di caba, bahkan dia dapat ranking satu," katanya.Sementara itu, salah satu tetangga yang juga senior Almarhum di TNI, Kapten Sido Sunarko mengatakan, Serda Yogi telah memiliki cita-cita jadi anggota TNI sejak masih duduk di bangku SMA. Menurutnya, Serda Yogi merupakan anggota TNI yang berprestasi dan jenius sejak SMA."Dia sekolah dapat ranking terus. Terus dia ikut pendidikan di TNI dapat ranking satu," katanya."Dulu dia pernah gagal di Akmil, terus dia pantang menyerah coba lagi hingga berhasil, dan saya dengar dirinya kena musibah," katanya.Saat Yogi masuk TNI, Kapten Sido mengaku, selalu mengingatkan risiko dan tantangan yang akan dihadapi. Namun, Kapten Sido salut melihat kegigihan Yogi yang pantang menyerah."Dari dulu (ingin masuk TNI), akhirnya saya kasih tahu kalau jadi TNI begini, terus begini begitu. Tapi dia nurut enggak pernah melawan dan langsung dikerjain," pungkasnya.

Rekomendasi