Waspada, vaksin abal-abal incar keselamatan bayi anda

Di Jakarta sendiri, pelaku memiliki jaringan di sejumlah apoteker.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Waspada, vaksin abal-abal incar keselamatan bayi anda
vaksin bayi. ©2012 Merdeka.com

Dunia medis Tanah Air belakangan tercoreng karena ulah tangan-tangan tak bertanggung jawab. Bukan hanya profesionalisme dokter dan pihak rumah sakit yang belakangan banyak mendapat sorotan, namun belakangan pelaku kriminal menjadikan dunia kesehatan sebagai target operasi mereka.Seperti yang baru-baru ini diungkap penyidik Mabes Polri. Mereka membekuk pabrik pendistribusian obat vaksin palsu.Kasus ini membuat mata publik terhenyak. Bagaimana tidak, seperti diketahui vaksin sendiri paling banyak disuntikkan pada bayi.Kasus ini semakin membuat miris karena nyatanya pendistribusian vaksin abal-abal sudah dilakukan sejak lama. Artinya, vaksin yang mengancam kehidupan balita ternyata sudah tersebar begitu masif.Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Agung Setya menjelaskan, pengungkapan penjualan vaksin palsu berawal dari ditemukannya beberapa tempat penjualan vaksin yang tidak memiliki izin penjualan. Vaksin tersebut telah tersebar di Bogor, Jakarta, Banten dan Jawa Barat bahkan seluruh Indonesia. Vaksin palsu untuk bayi tersebut diperuntukkan pencegahan hepatitis, campak dan vaksin untuk tuberkulosis, BCG."Kita amankan 10 orang dengan terdiri 5 orang produsen, 2 orang sebagai kurir, 2 orang sebagai penjual termasuk pemilik apotek di Bekasi berinisial J dan satu orang yang mencetak label. Mereka ada yang lulus akademi perawatan, ada juga yang suami istri. Sekarang kita juga baru menangkap 3 orang lagi siang ini di Subang," ujar Agung di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/6) lalu.

Menurut Agung, bahan dasar vaksin tersebut adalah cairan infus yang dicampur dengan vaksin tetanus. Bahkan, lanjutnya, pihak kedokteran tidak bisa membedakan yang asli dan palsu."Untuk menyempurnakan (vaksin), dipress dengan alat press kemudian dikemas dan dipacking lalu didistribusikan. Dokter saja susah membedakannya," ujarnya."Kita akan minta bantuan dengan kementerian kesehatan, juga minta bantuan dengan memproduksi obat itu yang aslinya, kerjasama ini untuk pastikan ada atau tidaknya orang dalam," sambungnya.Kepada polisi, pelaku mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta per minggu."Mereka nggakunya dari tahun 2003. Produsen itu dapat Rp 25 juta dan Rp 20 juta untuk distributor. Paling utama harganya berbeda dengan yang asli, selisih harganya bisa 200 hingga 400 ribu," katanya. Atas perbuatannya pelaku diancam hukuman kurungan hingga 15 tahun."Pelaku kita kenakan Undang-undang tentang Kesehatan dan Undang-undang terhadap Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

Temuan vaksin palsu juga terjadi di Bekasi. Pada Jumat malam kemarin, salah satu rumah yang digerebek di kawasan elit Perumahan Kemang Pratama, Kota Bekasi, digerebek. Rumah yang digerebek petugas merupakan milik pasangan suami istri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina. Dari rumah yang berada di Jalan Kumala 2 blok M nomor 29 tersebut, petugas menyita ribuan botol vaksin diduga palsu."Ada 36 dus yang dibawa petugas kepolisian usai melakukan penggeledahan," kata petugas keamanan setempat, Eko Supriyanto, Jumat (24/6).Ia menjelaskan, penggerebekan itu bermula ketika belasan petugas polisi membawa sekitar enam unit mobil pribadi datang ke komplek tersebut sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka lalu meminta dia untuk menjadi saksi penangkapan itu."Awalnya petugas salah masuk rumah, mungkin karena gelap, jadi informannya salah menunjukkan rumah," kata Eko.Meski demikian, pemilik rumah yang namanya juga Rita tersebut memahami tugas kepolisian. Sehingga, tak lama kemudian, polisi bergerak menuju rumah pasangan suami istri yang diduga memproduksi vaksin palsu tersebut."Ketika ditangkap, mereka sempat berkilah, dan menuding polisi melakukan rekayasa yaitu menaruh vaksin palsu di rumahnya," kata Eko.Namun, begitu ditunjukkan seorang kurir serta hasil penggeledahan, mereka tak bisa mengelak. Alhasil, kedua pasangan suami istri itu digelandang petugas untuk masuk ke dalam mobil, dan dibawa ke kantor polisi.Holohom, warga setempat mengaku terkejut dengan penangkapan tetangganya tersebut. Soalnya, selama ini penghuni rumah yang digerebek polisi itu dikenal cukup baik. Hanya saja, mereka jarang bersosialisasi dengan warga lain."Kami tidak menyangka mereka memiliki usaha seperti itu," katanya.Polisi masih terus memburu pelaku penyebar vaksin palsu.

Rekomendasi