Longsor Purworejo, petugas siram disinfektan cegah wabah penyakit

Total korban tewas mencapai 39 jiwa.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Longsor Purworejo, petugas siram disinfektan cegah wabah penyakit
Apel penghentian pencarian. ©2016 Merdeka.com/Parwito

Pencarian korban hilang bencana tanah longsor di Dusun Caok Desa Karangrejo Kecamatan Loano dan Desa Donorati di Kabupaten Purworejo, secara resmi Jumat (24/6) pukul 15.00 WIB sore tadi dihentikan.Sampai proses penghentian, sebanyak tiga korban masing-masing korban Slamet Usman yang hilang di Dusun Caok, korban Juwadi dan Saman tertimbun di Donorati tidak berhasil ditemukan.Sehingga, sampai proses pencarian dihentikan korban ditemukan tewas akibat tanah longsor di lima desa totalnya menjadi 39 jiwa. Kemudian, bencana banjir menewaskan empat warga, sehingga total korban tewas akibat bencana Sabtu (18/6) sebanyak 43 jiwa dan 3 hilang.Sebelum penghentian pencarian, komandan lapangan operasi pencarian yang merupakan Dandim 0708 Purworejo Letkol CZI Tommy Arief Susanto menggelar rapat bersama dengan tim pencari dan Bupati Purworejo Agus Bastian.Dalam rapat, Tommy mengemukakan bahwa operasi pencarian tidak mungkin dilanjutkan mengingat kondisi jasad korban yang sudah rusak dan sulit untuk dikenali."Sudah tertimbun tujuh hari. Bisa kita bayangkan seperti apa kondisinya. Korban terakhir yang berhasil kita temukan adalah Sulaeman dari Rimun, kondisi jasadnya sudah rusak parah," paparnya disela-sela rapat Jumat (24/6) petang tadi.Tommy juga mengkhawatirkan keselamatan tim karena mayat akan menjadi sarana penularan penyakit berbahaya."Untuk itu, usai operasi dihentikan, Sabtu (25/6) besok akan dilakukan proses penyemprotan disinfektan secara masal di sekitar tempat kejadian supaya tidak menimbulkan wabah penyakit," terangnya.Kemudian, di sisi lain, posisi ketiga korban yang belum ditemukan juga sulit terdeteksi karena tidak ada saksi yang melihat posisi terakhir para korban sebelum tertimpa longsor.Bupati Purworejo Agus Bastian mengemukakan, berdasar masukan dari komandan lapangan dan tim SAR, maka operasi diputuskan berhenti. "Selain pertimbangan kondisi yang tidak memungkinkan, secara aturan pencarian juga dibatasi selama tujuh hari," terangnya.Agus memohon kepada ahli waris para korban longsor yang belum ditemukan untuk bisa mengikhlaskan terkait belum ditemukannya ketiga korban yang lain."Kami sudah maksimal dengan segala cara dan upaya serta tenaga yang ada untuk melakukan pencarian. Namun Tuhan berkehendak lain. Maka saya meminta ibu dan bapak semua ikhlas dengan keadaan ini," pintanya.Usai pencarian secara resmi dihentikan, orang nomor satu di Purworejo menyatakan status tanggap darurat akan dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon). Selain itu juga fokus pada penanganan para pengungsi."Para korban yang rumahnya hancur akibat longsor akan direlokasi ke tempat yang aman. Namun kami masih menunggu kesiapan lokasi tanah dan bangunan. Kami bersama Pemerintah Provinasi (Pemprov) Jawa Tengah berencana membuat huntara (hunian sementara)," bebernya.Penghentian pencarian Jumat (24/6) petang tadi ditandai apel siaga di lokasi longsor Dusun Caok. Seluruh anggota tim pencari dan masyarakat sekitar dikumpulkan untuk mendengarkan instruksi penutupan operasi pencarian oleh Bupati Purworejo.Rencanya, Pemkab Purworejo bersama tokoh masyarakat dan warga Karangrejo dan Donorati akan menggelar doa bersama untuk menghormati arwah para korban yang belum berhasil ditemukan.

Rekomendasi