BNPB prioritaskan pencarian & identifikasi korban longsor Purworejo

Medan bencana longsor di Purworejo cukup berat sehingga menyulitkan evakuasi.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
BNPB prioritaskan pencarian & identifikasi korban longsor Purworejo
Longsor Purworejo. ©2016 merdeka.com/parwito

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei didampingi anggota Komisi VIII DPR RI Khatibul Umam Wiranu, berkunjung ke lokasi bencana di Desa Karangrejo, Desa Donorati dan Desa Jelok, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah."Fokus utama dalam kegiatan tanggap darurat adalah pencarian dan evakuasi korban longsor dan banjir di Purworejo, Jawa Tengah," tegas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei disela-sela kunjunganya Senin (20/6) di Purworejo, Jawa Tengah.Willem menyatakan tantangan tanggap darurat di Kabupaten Purworejo adalah medan bencana longsor yang cukup berat."Selain berbukit, areal terdampak bencana juga demikian luas. Sebagian korban juga bukan warga setempat serta tidak ada saksi hidup yang bisa memastikan jumlah korban. Sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Kepolisian juga menyiapkan anjing pelacak untuk membantu pencarian," ujarnya.Willem menyatakan pihak berencana akan melakukan identifikasi dan membuat konsep mitigasi bencana tanah longsor di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah itu."BNPB akan bekerjasama dengan Kementerian PU-PR untuk melakukan survey lokasi. Supaya mudah, kami akan menggunakan 'drone' sehingga lokasi bencana dapat terlihat secara utuh," paparnya.Willem menambahkan, bentuk mitigasi yang akan dirancang BNPB antara lain memperkuat sistem peringatan dini dan normalisasi sungai-sungai berhulu di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Purworejo itu."Selain itu, pemerintah kabupaten kami minta untuk terus meningkatkan kapasitas, kemampuan dan skills (keterampilan) dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana," pungkas Willem.

Rekomendasi