Jalan poros di Buton Tengah rusak parah sepanjang 60 kilometer

Bahkan di beberapa titik, terdapat lubang yang lebih pantas disebut kubangan kerbau ketimbang jalan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jalan poros di Buton Tengah rusak parah sepanjang 60 kilometer
Ilustrasi Jalan Rusak. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Sekitar 60 kilometer jalan poros yang menghubungkan Waara Kecamatan Lakudo dengan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, rusak parah.Kerusakan jalan provinsi dan sebagian milik kabupaten tersebut, berupa aspal yang terkelupas sehingga seperti jalan tanah. Pada beberapa bagian badan jalan tampak berlubang-lubang seperti kubangan kerbau.Kepala Desa Napa Kecamatan Mawasangka La Mura di Mawasangka mengatakan, ruas jalan poros Waara-Mawasangka tersebut hanya tersentuh aspal sekitar kurang lebih 20 tahun lalu, ketika Gubernur Sultra dijabat oleh La Ode Kaimuddin.Setelah Kaimuddin tak lagi menjadi gubernur, ruas jalan tersebut tidak lagi mendapat perhatian dari Pemprov Sultra."Karena itu, hampir seluruh badan jalan sudah tidak beraspal lagi, dan di beberapa bagian badan jalan tampak berlubang-lubang seperti kubangan kerbau," katanya kepada Antara, Selasa (31/5).Menurut dia, kerusakan jalan poros tersebut selalu menjadi komoditas politik pada setiap pemilu, baik pemilihan gubernur maupun pemilihan kepala daerah sekarang ini.Para calon gubernur atau calon bupati, selalu berjanji akan mengaspal ruas jalan poros tersebut jika terpilih.Namun ketika para calon tersebut terpilih, sudah lupa dengan janji yang disampaikan kepada masyarakat saat kampanye.Mereka nampaknya sudah terlena dan asyik menikmati kursi empuk yang didapat dengan cara mengelabui rakyat."Masyarakat kami di wilayah Lakudo dan Mawasangka sudah kenyang dengan janji calon gubernur dan calon bupati, namun tidak pernah ada realisasinya," ujarnya.

Rekomendasi