Warga diimbau tak terpancing provokasi isu Papua merdeka

Aksi demo akan berlangsung pada 31 Mei 2016, di mana kelompok KNPB akan demo menyuarakan referendum Papua merdeka.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Warga diimbau tak terpancing provokasi isu Papua merdeka
Ilustrasi. ©2016 Merdeka.com

Aksi demonstrasi kelompok KNPB menyuarakan referendum dan mendukung ULMWP agara masuk dalam MSG semakin santer di Kota Jayapura. Kelompok ini sering melakukan aksi ujuk rasa dan berakhir dengan kericuhan.

Sementara, kelompok menamakan diri Barisan Rakyat (Bara) Pembela NKRI dan Masyarakat Papua, juga mengancam akan demo sebagai bentuk dukungan dan kepedulian warga negara terhadap kelompok secara terang-terangan melawan Pancasila dan UUD 1945.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda mengimbau berbagai komponen masyarakat agar tidak terprovokasi beragam isu menyesatkan kian berkembang, bisa memunculkan konflik dan perpecahan antarkelompok warga di Bumi Cenderawasih.

"Saya mengimbau agar semua komponen masyarakat bisa menahan diri. Menghindar dan menjaga dengan satu komitmen bahwa Papua itu tanah damai. Jangan sampai muncul kelompok-kelompok yang akhirnya membuat persoalan terhadap sesama anak dan warga Papua," pinta Yunus Wonda di Kota Jayapura, Kamis (26/5).

Pernyataan ini disampaikan Yunus sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terkait situasi terjadi di Papua saat ini.

"Siapa saja bisa menyampaikan pendapat karena UU memberikan ruang, kami di DPRP siap menerima. Kepada seluruh rakyat Papua agar berhati-hati dalam menyikapi isu kepentingan, rakyat dan orang Papua harus bisa menahan diri, tidak terpancing, jangan sampai orang Papua dengan orang Papua bertikai. Jangan peristiwa di Ambon terjadi di sini," tandasnya.

Menurutnya, tidak pantas jika terjadi pertikaian diantara kelompok ingin menyuarakan aspirasinya berujung pada pemicu konflik. Yang harus dilakukan ialah cara penyampaian santun dan elegan dengan tidak membakar atribut masing-masing kelompok.

"Karena pembakaran simbol, bisa menjadi akar persoalan. Sekali lagi, kepada siapa pun yang hidup di tanah ini harus bisa menahan diri. Kami dari DPRP selain mengimbau, akan bertemu dengan pemangku kepentingan untuk membahas isu kekinian," ucap Yunus kepada Antara.

Mengenai aksi demo akan berlangsung pada 31 Mei 2016, di mana kelompok KNPB akan demo dengan menerjunkan ribuan anggota dan simpatisannya untuk menyuarakan referendum dan Papua Merdeka, yang ternyata mendapat halauan dari kelompok Bara Pembela NKRI dan Masyarakat Papua akan berdemo di hari yang sama.

Yunus menegaskan agar aksi demonstrasi itu tidak dilakukan secara berbarengan, karena bisa terjadi persoalan bentrok diantara dua kelompok massa melakukan aksi di waktu yang sama.

"Ada baiknya aksinya dilakukan secara bergantian supaya terhindar dari persoalan. Demo tidak boleh anarkis dan tidak mengganggu ketertiban umum. Kami juga minta agar aparat keamanan untuk mengawal aksi itu agar berjalan aman dan lancar," pungkasnya.

Rekomendasi