Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono membeberkan keunggulan kontingen menembak TNI AD yang baru saja menyabet gelar juara tingkat internasional pada even Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM). Dia menyebut keunggulan itu terletak pada proses rekrutmen dan senjata. Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi turut andil dalam seluruh proses rekrutmen dan pelatihan. "Pelatihan untuk AASAM ini kita tunjuk Pangkostrad. Jadi saya berterimakasih, telah melakukan seleksi dengan baik sehingga kita mendapatkan penembak yang bagus. Kedua, terkait senjata. Kita boleh berbangga, senjata yang kita pakai dua tahun ini adalah senjata bikinan dalam negeri artinya kita tidak kalah dengan negera-negara lain," ungkap Jenderal Mulyono di Ruang Serba Guna Mabes AD, Jalan Veteran nomor 5 Jakarta Pusat, Rabu (25/5).Jenderal Mulyono menuturkan, setelah mengetahui kualitas senjata buatan PT Pindad, banyak negara mengajukan permintaan membeli senjata dari Indonesia. Negara-negara itu turut berpartisipasi dalam perlombaan menembak AASAM."Dia pernah mengintip senapan Indonesia seperti apa dan yang sudah komunikasi dengan saya adalah Filipina, Brunei Darussalam, Laos. Dia ingin membeli senjata seperti ini," sambungnya.Jenderal Mulyono menegaskan, TNI konsisten dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk menggunakan produk dalam negeri di setiap event. Tujuannya untuk memamerkan produk dalam negeri di tingkat internasional. Produk buatan anak negeri diyakini kualitasnya dan bisa mengalahkan produk negara lain."Kita memberdayakan produk dalam negeri, selama itu bagus kenapa tidak," ucapnya.
Senjata buatan lokal, rahasia kemenangan TNI di kejuaraan menembak
Usai mengetahui kualitas senjata buatan PT Pindad, banyak negara mengajukan permintaan membeli senjata dari Indonesia.
Advertisement
Rekomendasi