Polri kecam video bocah Indonesia latihan perang ISIS

Polri menduga penyebaran video ini adalah bentuk propaganda dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Polri kecam video bocah Indonesia latihan perang ISIS
Polri rilis penangkapan Hartawan Aluwi. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Video latihan perang ISIS yang dilakoni anak Indonesia dengan durasi 20 menit beredar di media sosial. Selain latihan perang, dalam video juga terlihat anak kecil yang diperkirakan berumur 8 tahun membakar paspor Indonesia.Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengecam pelibatan anak-anak dalam video tersebut. Dia menyebut video itu tidak pantas dan tidak patut ditiru masyarakat Indonesia."Kami sangat mengesalkan ada pelibatan anak-anak dalam tayangan itu. Itu tidak pantas dan tidak patut di contoh oleh generasi Indonesia," kaya Boy di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/5).Boy menduga penyebaran video ini adalah bentuk propaganda dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Apalagi, saat ini semua orang bisa memproduksi dan menjadikan dunia maya sebagai alat propaganda."Hal yang berkaitan dengan kegiatan pelatihan ini bagian dari propaganda kelompok teroris. Apapun bisa di-share ke sana menjadikan dunia maya menjadi alat propaganda," ujar dia.Untuk itu, mantan Kapolda Banten ini meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh video tersebut. Dia juga berharap masyarakat bisa lebih cerdas dalam menerima informasi di dunia maya."Oleh karena itu yang penting cara berpikir mereka, membangun ketahanan masyarakat pada aspek sosial budaya. Jadinuntuk melihat baik dan buruk membutuhkan kecerdasan kita semua dari masyarakat untuk mengambil mana konten informasi yang bermanfaat atau tidak," ucap Boy."Ini kita cermati ini menjadi bagian dari unit cyber crime yang selama ini kita berdayakan. Lebih baik hindari dan tidak perlu di contoh," timpal Boy.

Rekomendasi