Deretan perwira polisi terlibat narkoba

Seakan tidak jera dengan sanksi diberikan, yakni penjara sampai sanksi pemecatan. Namun hal itu kerap terulang kembali.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Deretan perwira polisi terlibat narkoba
Ilustrasi Polisi Narkoba. ©2015 Merdeka.com

Beberapa perwira polisi terjerumus pada narkoba. Mulai dari positif menggunakan sabu, sampai terlibat kasus pencucian uang dari bandar narkoba senilai miliaran rupiah.Seakan tidak jera dengan sanksi diberikan, yakni penjara sampai sanksi pemecatan. Namun hal itu kerap terulang kembali.Belum lama ini Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Ichwan Lubis, ditangkap diduga terkait jaringan narkoba. Dia pun ditetapkan jadi tersangka dalam kasus pencucian uang yang diperoleh dari bandar narkoba.Ichwan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp 2,3 miliar, dari bandar narkoba bernama Tjun Hin alias Ahin. Dia adalah satu dari lima tersangka jaringan pengedar sabu Malaysia-Aceh-Medan.Terkait ditemukan transaksi mencurigakan itu, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) langsung membawa AKP Ichwan Lubis ke Jakarta.Tersangka Tjun Hin alias Ahin yang disebutkan dalam surat itu diduga sebagai AH, seorang dari lima tersangka dari jaringan pengedar sabu Malaysia-Aceh-Medan yang dipaparkan BNN di City Residence A18, Jalan Sempurna, Medan, Senin (11/4) siang. Selain AH, petugas BNN juga menangkap Achin, HND, Toni alias TG, dan JT. Toni merupakan narapidana yang mendapat fasilitas di Lapas Lubuk Pakam, Deli Serdang.Ahin dan anggota kelompok ini ditangkap mulai 1 April 2016 dengan barang bukti 21,425 kilogram sabu 44.849 butir ekstasi dan 6.000 butir pil happy five.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf membenarkan penangkapan AKP Ichwan lubis. "Surat panggilan ada ya, itu pun melalui pimpinan kita yang ada di Polda ini. Diberikan instruksi untuk koordinasi dengan narkoba," terang Helfi.Sebelum tertangkap, Ichwan ikut membantu bertugas menangani kasus-kasus narkoba di Polres Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara."Sebelumnya yang bersangkutan (AKP Ichwan) dipersilakan untuk membantu memberikan bantuan langsung ke BNN untuk mengembangkan jaringan yang ada di Sumut." beber Helfi.Kepala BNN Budi Waseso pun angkat bicara terkait penangkapan AKP Ichwan lubis. Pihaknya mengungkapkan aliran dana transaksi yang mengalir ke Ichsan sedang ditelusuri dan ada indikasi aliran dana yang tidak wajar."Saat kita sedang menelusuri perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk kasus narkoba dengan tersangka tersebut ditemukan adanya transaksi mencurigakan yang baru. Setelah ditelusuri terus ternyata transaksi dengan oknum Polri ternyata Kasat Narkoba di KP3 Belawan," kata Waseso.Saat operasi gabungan dilakukan penangkapan terhadap Toni alias Toge di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam pada 25 Maret 2016, Ichwan juga ikut dalam operasi tersebut. Bahkan Ichwan pernah menangani kasus narkoba tersangka Toni tapi tidak dilanjutkan."Oknum ini memanfaatkan kasus ini dan tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), saat ini sudah dibawa ke sini (Kantor BNN) untuk menjalani pemeriksaan bersama tersangka Toni," beber Waseso.

Selain itu, seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Polda Papua Barat juga terancam dipecat lantaran menyimpan narkoba jenis sabu di rumahnya.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat, AKBP Harry Supriyono mengatakan, anggota Polri itu berinisial MA dan saat ini sudah mendekam di sel tahanan.Selain menahan MA, polisi juga menahan seorang warga berinisial EB diduga sebagai kurir narkoba. Harry menjelaskan dua orang itu tertangkap pada waktu dan tempat berbeda.Penangkapan MA dilakukan dalam operasi digelar Satuan Reserse Narkoba Polres Manokwari bersama Bidang Propam Polda Papua Barat, pada Jumat (6/5)."EB tertangkap lebih awal, dari pengembangan dilakukan penyidik terungkap bahwa dia menyimpan barang bukti sabu di rumah polisi. Dari situ, Satresnarkoba bersama Propam Polda melakukan penggeledahan di rumah polisi itu," ungkapnya.Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan 22 paket sabu disimpan di sebuah kamar rumah perwira tersebut."Ada 22 paket, 19 di antaranya siap di perjual belikan dan tiga paket sisanya siap dikonsumsi," terangnya.Selain menemukan paket sabu, polisi juga menemukan barang bukti lain berupa alat isap diduga akan digunakan untuk menikmati barang haram itu."Keduanya sudah menjalani tes urine. Urine mereka terbukti positif mengandung ampetamin, metafetamin dan Thc. Kini penyelidikan masih dikembangkan," ungkap Harry.Berdasarkan hasil pemeriksaan serta gelar perkara kasus, diduga kuat AKP AM terlibat sebagai pengedar.Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa menegaskan polri tidak akan bertindak tegas anggotanya terlibat dalam kasus narkoba.Menurutnya, sanksi berat akan diberikan bagi siapapun yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba."Kami tidak main-main, jika bersangkutan memang terbukti memakai, apalagi menyimpan, konsekuensinya adalah dipecat," tegas Harry.Harry mengimbau seluruh personel Polri Papua Barat agar tidak terlibat dalam kasus narkoba."Jangan pernah main-main dengan narkoba, fokuslah berkarir sebagai anggota Polri yang profesional. Jangan tergiur dengan iming-iming uang yang mudah dari bisnis narkoba, karena jika pemecatan dilakukan, karir akan hancur seketika," tandasnya.


Tidak sampai di situ, bahkan ada dua orang perwira polisi di Kabupaten Bekasi kedapatan memakai narkoba. Hal itu terungkap setelah petugas kesehatan Polresta Bekasi melakukan tes urine secara mendadak."Tes urine dilakukan secara mendadak setelah apel pagi," kata Kapolresta Bekasi, Kombes Awal Chairudin.Menurutnya, sebanyak 39 anggota polisi baik perwira maupun bintara melakukan tes urine. Hasilnya, dua perwira dari Polsek di Kabupaten Bekasi positif mengandung zat metamin dan amfetamine.Kedua perwira positif menggunakan narkoba itu diserahkan ke Seksi Provost Polresta Bekasi."Ini adalah bentuk tindak lanjut atensi dari bapak Presiden Indonesia Joko Widodo untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika," ujar Awal.Awal menambahkan, tes urine mendadak bakal dilakukan terhadap seluruh anak buahnya secara rutin. "Kegiatan itu juga dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.

Rekomendasi