Meskipun Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sudah meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap menyudutkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi tersebut tetap tidak terima. Mereka berkeras tetap ingin mempolisikan Saut."Maafnya secara personal saya terima, tapi ini menyangkut perasaan sekian ratus ribu kader dan sekian juta alumni yang pernah mengikuti LK 1," ujar Ketum PB HMI Mulyadi P Tamsir saat menyambangi KPK, Jakarta, Selasa (10/5).Lucunya, meski berkeras mempolisikan Saut, petinggi HMI tetap mendatangi Gedung KPK. Bahkah, para alumninya, yang biasa disebut kakanda/kanda, juga tak ikut ketinggalan mendatangi lembaga antirasuah tersebut.Misalnya saja, Fahmi Idris, mantan pentolan HMI tahun 1960-an. Mendatangi Gedung KPK Kamis pekan lalu, dia kesal karena tidak bisa bertemu dengan pimpinan.Meski Saut sudah meminta maaf, Fahmi mengaku kedatangannya ke markas KPK untuk meminta klarifikasi perihal pernyataan mantan anggota BIN tersebut."Kami berniat jumpa pimpinan KPK khususnya dengan Saut Situmorang tapi ternyata semua pimpinan tidak ada, apa boleh buat," kata Fahmi di gedung KPK, Kamis (12/5)."Saya enggak ketemu siapa-siapa pada kabur semua, lari. Enggak ada yang diwakilkan yang buat janji itu Pak Taufiqurrahman Ruki," tuturnya.Fahmi mengaku akan membuat janji dengan pimpinan KPK. Dia ngotot bertemu Saut untuk mendengar penjelasan secara langsung perihal pernyataan Saut yang dinilai memojokkan HMI.
Advertisement
Tidak hanya Fahmi, Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD, juga ikutan mendatangi Gedung KPK, kemarin.Setelah menjadi khotib pada salat Jumat di KPK, Mahfud mengatakan dirinya tidak bisa sepihak begitu saja mempengaruhi keputusan KAHMI yang melaporkan Saut ke polisi. Menurutnya keputusan tersebut sudah diputus berdasarkan rapat kerja nasional."Organisasi masing-masing seperti KAHMI, HMI kan independen tentu ada keputusan-keputusan sendiri, pastinya dengan mendengar pertimbangan-pertimbangan yang masuk," kata Mahfud usai bertemu dengan beberapa pimpinan KPK, Jumat (13/5).Dia menuturkan baik HMI ataupun KAHMI secara personal bisa saja memaafkan apa yang telah dilakukan oleh Saut, meski begitu proses hukum tetap berjalan.Saat disinggung kemungkinan KAHMI akan mencabut laporannya Mahfud pun enggan berspekulasi mengenai hal itu. Hal itu karena KAHMI bisa saja mencabut laporan untuk Saut asalkan wakil ketua KPK tersebut meminta maaf di depan publik selama lima hari berturut-turut."Lihat proses saja nanti, jangan berandai-andai dulu," ujarnya.Seperti diketahui, pada hari Senin (9/5) Saut Situmorang meminta maaf kepada HMI atas pernyataannya pada sebuah talk show di stasiun tv swasta."Saya selaku pribadi tidak bermaksud menyinggung HMI atau lembaga lain sehingga menimbulkan kesalahpahaman ataupun kesalahan persepsi, untuk itu saya mohon maaf atas pernyataan saya tersebut sekali lagi saya mohon maaf," ujar Saut saat melakukan konferensi pers di Gedung KPK, Senin (9/5).
Advertisement
Dia mengaku apa yang dilontarkannya pada talk show sebuah stasiun televisi swasta merupakan di luar alam sadarnya. Dia juga mengaku kaget akibat dari pernyataannya itu mengundang banyak protes dari HMI maupun berbagai lembaga atau aktivis mahasiswa lainnya."Dengan berkembangnya pemberitaan dan reaksi publik atas pernyataan saya maka saya perlu memberikan klarifikasi. Kami percaya HMI sebagai salah satu penggerak aktivis mahasiswa di indonesia bisa menjadi mitra KPK dalam upaya pemberantasan korupsi," tuturnya.Pernyataan Saut yang dianggap menyudutkan dan mencederai HMI adalah jika lulus tahap pembinaan LK-1 di HMI, maka kader itu akan menjadi koruptor. Sontak saja pernyataan ini menyulut ketersinggungan HMI, bahkan beberapa hari lalu himpunan mahasiswa terbesar itu melakukan aksi anarkis di depan Gedung KPK dengan melempari batu dan melakukan aksi bakar ban.