Pulihkan percaya diri, 9 korban kekerasan seksual diberi pelatihan

Sembilan anak tersebut akan dibina selama 22 hari di Kantor Dinas Sosial Padang Pariaman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pulihkan percaya diri, 9 korban kekerasan seksual diberi pelatihan
Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2015 Merdeka.com

Korban kekerasan seksual kerap kali trauma setelah mengalami peristiwa tersebut. Oleh karena itu, untuk memulihkan rasa trauma serta kembali percaya diri, sembilan anak korban tindakan kekerasan seksual di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), diberikan pelatihan keterampilan.Ketua Lembaga Pelayanan Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (LPKTKTPA) Pariaman, Fatmi Yetti Kahar mengatakan, sembilan anak tersebut akan dibina selama 22 hari di Kantor Dinas Sosial Padang Pariaman."Tujuan dilakukan pembinaan dan pelatihan ini agar anak-anak yang menjadi korban ketidakadilan tersebut kembali bisa memiliki rasa kepercayaan dalam diri serta bisa menatap masa depannya," jelas Fatmi, di Pariaman, Jumat (13/5).Selain bertujuan mengembalikan rasa kepercayaan diri pada anak, pembinaan tersebut juga memiliki tujuan untuk menciptakan keterampilan lain anak. Sehingga memiliki kemampuan saat masa pembinaan dilakukan.Pada umumnya, korban yang tersebut berusia sembilan hingga 17 tahun.
"Pelatihan psikologis tetap kita lakukan, oleh karena itu pembinaan juga harus diselaraskan dengan kemampuan keterampilan," ujarnya.Hingga 2016, pihaknya mencatat total ada 23 anak yang diberikan pembinaan khusus, namun dari jumlah tersebut hanya sembilan anak yang mau mengikuti pelatihan keterampilan. Sebagian belum mau terlibat langsung dengan alasan belum siap menghadapi masyarakat setempat.Fatmi menuturkan, selain memberikan pelatihan keterampilan kepada anak perempuan, pihaknya juga melakukan kegiatan yang sama pada Anak Berhadapan Hukum (ABH)."Khusus anak laki-laki yang berhadapan dengan hukum pembinaan kita lakukan di rumah seperti mengajarkan pembuatan alat-alat perabot rumah tangga, makanan ringan dan sebagainya," kata Fatmi.

Rekomendasi