Ada suasana berbeda di dekat lokasi pengerjaan proyek Tol Cijago tahap II. Terutama di sekitar RW 012, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji Depok. Ketika pekerja sedang mengerjakan proyek, ratusan warga menggeruduk lokasi. Mereka langsung menghentikan pekerjaan itu dan memasang spanduk besar.Aksi itu dilakukan secara damai dan berakhir dengan dialog. Setelah warga menyerukan aspirasinya, pekerja pun mengikuti tuntutan warga. Kemudian, perwakilan warga dan PT Hutama Karya Indonesia (HKI) duduk bersama mencari jalan keluar. Warga menilai, kontraktor tidak melakukan pemberitahuan terlebih dulu. Karena beberapa hari lalu jalan sejajar rel yang biasa dilintasi warga ditutup."Jadi warga tidak bisa melintas. Ini dilakukan tanpa sosialisasi, tahu-tahu jalan ditutup padahal warga biasa melintas di jalan itu," kata Ketua RW 012, Wahyu, Minggu (8/5).Hal lain juga diresahkan warga adalah soal pengerukan tanah. Karena, proyek tol itu akan membuat underpass sedalam delapan meter. Sehingga warga kuatir mengenai ketersediaan air tanah mereka."Kalau begitu kan air tanah warga jadi terancam kering," ucap Wahyu.Pada saat duduk bersama, warga pun mengajukan sejumlah tuntutan yang dituangkan dalam surat resmi. Surat itu sudah dilayangkan ke PT HKI pada 21 April lalu. Bahkan, pengurus lingkungan juga sudah berkomunikasi langsung dengan Aspian dari pihak HKI."Pihak HKI menyatakan bahwa surat kami sudah diterima dan dibawa ke wali kota, dan didisposisikan pada Asisten Tata Praja untuk melakukan mediasi terhadap surat kami," ujar Wahyu.Saat itu, lanjut Wahyu, pihak HKI menjanjikan akan merespon surat warga dalam waktu sepekan setelah surat dilayangkan. Namun, hingga saat ini tidak ada respon atas aspirasi warga. Dikatakan, kontraktor baru boleh melanjutkan pekerjaan jika sudah ada kesepakatan tertulis dengan warga. Jika kesepakatan itu belum direspon, maka warga akan tetap menuntut agar pekerjaan dihentikan."Maka kami terpaksa menghentikan pekerjaan," tambah Wahyu.Kapolsek Beji, Kompol Gusti Ayu Supiati, yang ikut hadir dalam kesempatan itu mengatakan, berharap apa yang menjadi aspirasi warga bisa diteruskan pada pihak yang dimaksud. Sehingga pekerjaan bisa berjalan lancar tanpa ekses."Kami berharap apa yang menjadi aspirasi bisa disampaikan sesuai cara yang santun," kata Gusti.
Merasa terganggu dan resah, warga Beji geruduk proyek Tol Cijago
Mereka memprotes penutupan jalan dan resah proyek itu akan merusak sumber air.
Rekomendasi