Selain di leher, autopsi temukan luka sayatan di lengan Amokrane

Diperkirakan luka di lengan akibat menangkis senjata tajam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Selain di leher, autopsi temukan luka sayatan di lengan Amokrane
Amokrane Sabet. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Dokter Dudut Rustyadi yang melakukan autopsi terhadap jasad Amokrane Sabet pria berkebangsaan Prancis, buka suara soal hasil autopsi. Kendati tidak dijabarkan secara gamblang, pria yang tewas di tangan polisi setelah sebelumnya menikam sala‎h satu anggota polisi ini. Dipertegas kembali Dudut kematian pegulat mixed martial arts (MMA), akibat sabetan pada leher bagian kanan yang menyebabkan nyawanya hilang. Namun yang bikin mengejutkan lagi dikatakan juga ada luka sayatan pada lengannya.‎ "Pada tubuh korban ditemukan luka sabetan benda tajam dan beberapa luka tangkisan di lengan," kata Dudut saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (4/5).Kejanggalan lagi soal kematian Amokrane bahwa dalam tayangan hasil autopsi yang dikeluarkan Polda Bali, yang menyatakan bahwa pada tubuh jenazah Amok ditemukan 24 luka tembakan peluru karet dan timah panas yang dilesatkan polisi.Menurut Dudut, dari hasil autopsi yang dilakukan oleh tim kedokteran forensik RSUP Sanglah terhadap jenazah Amokrane ditemukan hanya 8 luka tembakan. "Luka tembakan tersebut tersebar di beberapa organ gerak tubuh seperti, kaki, tangan dan lengan, serta ada juga yang terdapat pada kepala. Sedihnya ada delapan," ujar dia.Terkait 24 luka tembakan yang disampaikan oleh pihak Polda Bali, ia mengatakan kemungkinan 24 dimaksud oleh pihak Polda Bali itu tembakan yang ada di TKP.

Rekomendasi