Hari Pendidikan Nasional di peringati sekolah di Purwakarta, Jawa Barat, dengan melakukan pemeriksaan gigi terhadap para pelajar. Kegiatan itu dilakukan untuk mendeteksi apakah pelajar itu seorang perokok. Ini dilakukan serentak di seluruh SMA di Purwakarta.Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan, kegiatan itu juga dilakukan sebagai kegiatan rutin setiap enam bulan. Adapun bagi pelajar diindikasikan masih merokok maka mereka segera diberi sanksi. Sedangkan bagi mereka berhenti merokok dipastikan mendapat nilai tambahan."Kalau masih merokok nilainya turun dua angka. Yang berhenti merokok nilainya naik dua angka," kata Dedi di SMA 3 Purwakarta, Senin (2/5).Dikatakan Dedi, tujuan pengurangan dan penambahan nilai itu merupakan sebuah motivasi bagi siswa. Sehingga diharapkan mereka meninggalkan kegiatan tidak positif itu."Dari angka itu kita berangkat. Kalau nilai agamanya 6 jadi 4, matematika dan mata pelajaran yang lainnya. Terus Kalau rata-rata di rapor nilainya empat maka secara otomatis apakah mereka akan naik kelas atau tidak," ujar Dedi.Dedi juga menilai, siswa perokok adalah sebuah bentuk ketidakberhasilan pelajar dalam mempelajari setiap mata pelajaran. Mereka artinya tidak menerapkan dalam kehidupan sehari-hari."Kalau olah raga itu kan untuk kesehatan, kalau masih merokok berarti tidak menjaga kesehatan. Begitu juga pelajaran ekonomi, maka kalau pelajar perokok secara ekonomi gagal apalagi masih meminta pada orang tua. Begitu juga pelajaran Kewarganegaraan, berarti tidak membantu orang tuanya," jelas Dedi.
Pelajar perokok di Purwakarta dipotong nilai terancam tak naik kelas
Tujuan pengurangan dan penambahan nilai itu merupakan sebuah motivasi bagi siswa.
Rekomendasi