Polisi menggerebek klinik aborsi di Jalan Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Ironisnya, klinik ilegal itu mempekerjakan seorang peracik obat yang merupakan office boy, MN. Bahkan, MN sama sekali tak memiliki ilmu di bidang farmasi.Kepada penyidik, MN, mengatakan disuruh meracik obat untuk pasien aborsi oleh si penanggung jawab klinik Bekasi Medical Centre tempatnya bekerja. Ia bisa meracik setelah mendapatkan pelajaran dari dr Jabat."Saya lulusan SMP, bagian saya di bidang farmasi," kata MN saat diinterogasi penyidik di lokasi penggerebekan, Kamis (28/4).Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti mengatakan, obat yang biasa diracik oleh MN sebagian besar sudah kedaluwarsa. Meski begitu, kata dia, obat-obatan tersebut tetap diberikan kepada pasien aborsi."Obat disimpan di dalam gudang cukup banyak. Salah satunya di antaranya obat pelarut janin," katanya.Kini obat-obatan tersebut sudah disita oleh penyidik Satreskrim Polresta Bekasi Kota sebagai barang bukti. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah alat kesehatan yang dipakai melakukan tindakan aborsi.Sejauh ini, kata dia, sudah 17 orang yang ditangkap untuk dimintai keterangan dalam kasus itu. 5 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 2 tersangka lainnya masih dalam pengejaran, yakni dr Jabat dan dr ALD.
Peracik obat di klinik aborsi di Bekasi seorang office boy
Bahkan, MN sama sekali tak memiliki ilmu di bidang farmasi.
Rekomendasi