Armadanial sempat memarahi anaknya yang kritis karena minta minum

Armadanial menghabisi istri dan kedua anaknya di pondok perkebunan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Armadanial sempat memarahi anaknya yang kritis karena minta minum
Ilustrasi Pembunuhan Sadis. ©2015 Merdeka.com

Tak hanya sadis membunuh istri dan kedua anaknya, Armadanial (43) juga terbilang kejam dan tak berperasaan. Pasalnya, meski anak sulungnya dalam keadaan kritis akibat terluka di perut setelah ditusuk pisau, pelaku masih sempat memarahinya.Dalam penuturannya, pelaku Armadanial mengaku yang meninggal lebih dulu adalah istri Susi (27) dan anak bungsunya, Makiah (1). Beberapa jam kemudian, menyusul anak sulungnya, Parhan (6) yang menghembuskan napas terakhirnya.Pelaku sempat menunggui anak sulungnya sambil duduk termangu. Pelaku juga mendengar suara tangisan Parhan karena menahan sakit akibat luka menganga di perut.Dalam kondisi kritis, korban meminta air minum karena kehausan. Pelaku pun mengambilkan air dan berusaha menyuapkan ke anak sulungnya itu.Berkali-kali disuapi, Parhan tak meminum air tersebut. Masih tersulut emosi, pelaku justru memarahi Parhan yang kondisinya tinggal menunggu ajal.Diberitakan sebelumnya, Armadanial (43) nekat membunuh istri, Susi (27) dan kedua anaknya, Parhan (6) dan Makiah (1) di sebuah pondok kebun mereka di Desa Swarna Dwipa, Kecamatan Semendo Darat Tengah, Muara Enim, Sumsel, Rabu (27/4) malam. Ketiga korban terbujur kaku dengan bersimbah darah baru diketahui warga keesokan harinya, Kamis (28/4) pagi. Polisi yang mendapat laporan langsung ke TKP dan menangkap pelaku tanpa perlawanan.Ketiga korban tewas akibat luka tusuk di sekujur tubuhnya, seperti perut, dada, wajah, dan leher. Luka tersebut akibat tusukan pelaku menggunakan pisau dapur.

Rekomendasi