Cegah rusuh, Menteri Yasonna petakan Lapas yang melebihi kapasitas

"Kita korbankan keluarga, yakni tak bisa membesuk dulu, ya karna jauh."

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Cegah rusuh, Menteri Yasonna petakan Lapas yang melebihi kapasitas
Lapas Banceuy. ©2016 Merdeka.com/iman herdiana

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly klaim pihaknya kini tengah melakukan pemetaan terhadap sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang sudah melebihin kapasitas. Hal itu menyusul kerusuhan yang kerapkali terjadi di dalam Lapas, seperti yang baru-baru ini terjadi di Lapas Narkoba Kelas II A Banceuy, Bandung, Jawa Barat."Pemetaan ini bertujuan untuk bisa menampung para napi," ujar Yasonna di gedung Imigrasi Menkum HAM, Jakarta Selatan, Selasa (26/4).Nantinya, lanjut Yasonna, pihaknya akan melihat Lapas mana yang memungkinkan untuk menampung napi dari Lapas lain."Yang sekarang kami sedang memetakan semua tempat yang mungkin bisa kita geser ya kita geser," tuturnya.Meski demikian, Yasonna mengakui jika pemetaan tersebut otomatis akan mengorbankan kepentingan bagi para keluarga napi yang hendak membesuk. "Kita korbankan keluarga, yakni tak bisa membesuk dulu, ya karna jauh," ujarnya.Namun, lanjut politikus PDIP ini, untuk wilayah Jabodetabek, masih diberikan keringanan."Kalau Jabodetabek kami bisa, kami seleksi enggak terlalu jauh. (walaupun) ongkosnya jauh (besar). Kalau terlalu jauh, nanti keluarga nggak bisa membesuk. Karena napi itu, menurut UU No 12 tahun 1999, punya hak dikunjungi, punya hak pendidikan, pelatihan, dapat remisi, dan lain-lain," pungkasnya.Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui jika hampir seluruh penjara di dalam negeri ini sudah melebihi kapasitas yang ada."Memang hampir semua penjara kelebihan kapasitas, kelebihan penghuni dari kapasitas yang ada. Macam-macam sehingga memudahkan timbul masalah-masalah," kata Jusuf Kalla saat menghadiri acara peluncuran buku Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz di Dapur Sunda Pancoran, Jakarta, Senin (25/4).Selain mengevaluasi kelebihan penghuni, perlu diperhatikan pengamanan lapas. "Pengamanannya kurang, jadi banyak hal yang harus diperbaiki," tambah dia. Kendati demikian, kata pria yang kerap disapa JK ini, hal yang tidak kalah penting untuk mengantisipasi kerusuhan yang terus terjadi di lapas yaitu mengurangi tingkat kejahatan dalam bermasyarakat. "Lebih penting bagaimana mengurangi kejahatan, karena yang paling penting makin kurang orang masuk penjara berarti kejahatan harus kurang," pungkasnya.

Rekomendasi