Warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, menemukan potongan kepala dan sepasang kaki manusia tersangkut di ranting aliran sungai. Mayat tanpa identitas itu merupakan korban mutilasi.
Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP Yon Edi Winara mengungkapkan, awalnya potongan sepasang kaki yang ditemukan, Selasa (19/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Lalu polisi yang turun ke lokasi melakukan pencarian dan menemukan potongan kepala di daratan atau sekitar 100 meter dari tempat pertama.
"Ya, kemarin kita menemukan potongan kepala dan kaki di sungai," ujar Yon, Rabu (20/4).
Potongan tubuh itu berjenis kelamin laki-laki. Kondisinya sudah membusuk dan diduga tewas lebih dari empat hari. Potongan tubuh dan kaki itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Martapura. Sementara ciri-ciri fisik korban sulit dikenali karena sudah rusak.
"Dugaannya dibunuh dan dimutilasi. Identitasnya belum diketahui. Kami masih mencari potongan tubuhnya yang lain. Kami juga menunggu laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya untuk dicocokkan. Pelakunya kita selidiki," beber Yon.
Setelah sempat dimakamkan selama satu hari, kepala dan sepasang kaki mayat Mr X diduga korban mutilasi akhirnya kembali digali. Hal ini dilakukan untuk keperluan tes DNA guna mengungkap identitasnya.
Yon mengungkapkan, sebelumnya kepala dan sepasang kaki korban dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Rabu (20/4). Sementara penggalian dilakukan keesokan harinya atas permintaan Kapolda Sumsel untuk pengungkapan kasusnya.
"Sudah kita gali lagi kemarin. Dimakamkan itu karena di sini tidak ada tempat penyimpanan jenazah," kata Yon.
Advertisement
Selanjutnya, sambung Yon, potongan tubuh itu langsung dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk keperluan autopsi dan tes DNA. Pihaknya masih mencari potongan tubuh korban yang lain di sekitar penemuan.
"Tadi malam sudah tiba di Palembang. Mudah-mudahan segera terungkap identitasnya untuk memudahkan penyelidikan," jelasnya.
Setelah dilakukan autopsi, ciri-ciri fisik kepala dan sepasang kaki yang dimutilasi akhirnya terungkap. Sayangnya, identitas jasad itu hingga kini belum diketahui.
Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr. Mansuri mengatakan, korban berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar 40 hingga 50 tahun. Korban memiliki rambut lurus warna hitam dan berkumis tipis.
Kemudian, tinggi korban diperkirakan 161 hingga 170 sentimeter. Bentuk gigi bagian atas maju, sementara gigi di bagian bawah mundur, serta kulit sawo matang. Selain itu, diketahui di kaki kanan korban terdapat luka bakar.
"Hasil forensik itu menyeluruh dilakukan di kepala dan sepasang kakinya. Kepala dan sepasang kaki itu diduga milik satu jasad," kata Mansuri.
Meski demikian, identitas korban belum diketahui. Hal ini disebabkan belum ada warga melapor buat mencocokkan ciri-ciri fisik korban.
"Untuk sementara kita ungkap ciri-ciri fisiknya dulu. Kalau ada warga yang datang baru kita cocokkan," ucap Mansuri.
Diduga kuat, korban dimutilasi saat masih dalam keadaan hidup atau bernyawa. Mansuri mengungkapkan, dugaan itu berdasarkan temuan sel darah yang timbul di ujung potongan tubuhnya. Sebab jika sudah meninggal, sel darahnya tidak akan timbul.
"Potongan tubuh itu merupakan korban mutilasi. Dan dimutilasi saat masih hidup," ungkap Mansuri.
Namun, pihaknya belum menerangkan alat yang digunakan pelaku untuk memotong tubuh korban. Saat ini, tim dokter masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Masih kita periksa, termasuk menunggu potongan lain yang masih dicari petugas," pungkasnya.