Jalanan banjir, warga ramai-ramai pikul motor buat menyeberang

Kondisi itu dimanfaatkan warga untuk menjadi buruh pikul motor.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Jalanan banjir, warga ramai-ramai pikul motor buat menyeberang
banjir. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Sejumlah warga yang melintasi Dusun Bukit Harapan Desa Lariang, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat terpaksa memikul kendaraannya setelah banjir menerjang wilayah tersebut. Banjir mencapai ketinggian hingga satu meter."Banjir luapan sungai Lariang kian meluas hingga menutup jalan trans Sulawesi. Para pengguna jalan yang melintasi daerah itu terpaksa kendaraannya dipikul oleh warga lantaran air telah mencapai satu meter," kata Eta salah seorang pengguna jalan yang terjebak banjir kiriman sungai Lariang Matra, seperti dilansir Antara, Minggu (24/4).Banjir yang terjadi sejak satu pekan di desa Lariang kian meluas, akibatnya jalan trans Sulawesi yang menghubungkan provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat terendam banjir sepanjang kurang lebih 300 meter dengan ketinggian air telah mencapai 1 meter.Sementara ratusan kendaraan roda empat dan truk yang antri di lokasi banjir harus lewat satu persatu secara bergantian agar kemacetan bisa terurai, namun tidak sedikit kendaraan yang menerobos banjir mogok di tengah derasnya arus air luapan sungai Lariang.Tak hanya itu, pemilik motor juga harus rela merogoh kocek sebesar dua puluh ribu rupiah untuk satu kali menyeberang, sementara warga sekitar yang rumahnya terendam banjir sejak sepekan memilih jadi buruh pikul kendaraan dengan bayaran dua puluh ribu dari pemilik motor untuk satu kali menyeberang."Kami harus rela merogoh kocek untuk membayar jasa pikul kendaraan motor agar bisa keluar dari jebakan bencana banjir," katanya.Bencana banjir ini juga mengakibatkan pemukiman dan areal perkebunan warga menjadi terendam banjir kiriman yang terjadi di daerah hulu sungai atau wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah."Lahan kebun kami juga ikut terendam banjir. Kondisi ini tentu memberatkan ekonomi kami karena hanya bergantung dari pendapatan hasil pertanian," jelas Aqmal yang juga warga setempat.

Rekomendasi