Begal ditembak mati di Surabaya adalah residivis dan dikenal sadis

Begal ini sering beraksi Dukuh Kupang, Tegalsari, Tambaksari, Indragiri, Kedungdoro, dan Jalan Arjuna.

Bruriy Susanto
Oleh Bruriy Susanto - Reporter
Begal ditembak mati di Surabaya adalah residivis dan dikenal sadis
Ilustrasi Begal Motor. ©2015 Merdeka.com

Dua begal motor, Marcel dan Sugyanto alias Kotis, ditembak mati Jatanras Polrestabes Surabaya. Keduanya dikenal cukup sadis saat menghabisi korbannya. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete mengatakan, saat melakukan aksi perampasan pelaku selalu membawa senjata tajam, yang diselipkan di balik bajunya."Aksi begal yang sampai korbannya dibacok itu di Jalan Dukuh Kupang Gang 1, pada 1 Januari lalu. Korbannya dibacok pada kepalanya dengan celurit, dan harus dijahit 4 kali," terang AKBP Takdir Mattanete, kepada wartawan, Sabtu (16/4).Biasanya mereka beraksi malam hari. Mereka menyasar pemotor wanita baru pulang kerja. Wanita diyakini mereka tak akan melakukan perlawanan.Ada sejumlah lokasi yang jadi langganan mereka beraksi. Seperti di Jalan Dukuh Kupang, Tegalsari, Tambaksari, Indragiri, Kedungdoro, dan Jalan Arjuna. Keduanya diketahui sudah berulang kali keluar masuk penjara karena kasus penjambretan."Dari catatan kita, keduanya itu residivis kambuhan. Karena, tersangka Marcel sudah empat kali keluar masuk penjara dengan kasus sama, sedangkan tersangka Sugyanto alias Kotis, enam kali," tandas dia.Seperti diberitakan sebelumnya, keduanya ditembak mati petugas setelah mendapat laporan terjadi aksi perampasan motor di Jalan Dukuh Kupang. Saat ditangkap keduanya coba melawan dan melayangkan celurit pada anggota, akhirnya anggota menembak keduanya dan mengenai dadanya.

Rekomendasi