Perwira Menengah Pusat Pendidikan Polisi Air Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri, AKBP Untung Sangaji, mengaku kecewa dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti karena dia merasa kinerjanya tak dianggap. Menanggapi pernyataan itu, Badrodin menyatakan hal yang mengejutkan.Menurut Badrodin, sebenarnya telah mempersiapkan Untung sebagai kapolres usai teror bom tersebut.
"Kita sudah rencanakan dia mau menjadi Kapolres," kata Kapolri Badrodin yang ditemui di sela perayaan HUT TNI AU di Lanud Halim, Jakarta, Sabtu (9/4).Namun, rencana tersebut ditanggapi santai oleh Untung. "Terserah beliau mau ngomong gimana. Buktinya kan dibatalkan," kata Untung kepada merdeka.com, Sabtu (9/4).Untung menilai, pembatalan itu bentuk teguran dari Badrodin untuknya. Kendati demikian, dia tidak menyesal atas apa yang telah diucapkannya. Sebab, menurutnya itu merupakan bentuk luapan isi hatinya."Itu bentuk omelan orangtua ke anak. Tidak apa-apa. Itu belum rezeki kita. Meski begitu tidak menurunkan semangat saya buat bekerja. Saya tetap semangat hingga saat ini," ujarnya.Apapun keputusan Kapolri, kata Untung, dirinya tetap menghargai dan menghormati atasannya itu. Meski pun dia mengaku kecewa terhadap sikapnya."Dia tetap orangtua kita, tetap harus kita hormati. Suka nggak suka tetap harus hormati. Mungkin kerja kita kemarin belum bagus. Tapi kan kemarin udah ada korban, harusnya nggak gitu," imbuh Untung.Dia juga tak ragu apabila nantinya akan meninggalkan profesinya sebagai polisi untuk maju dalam Pilkada Seram Bagian Barat, Maluku. "Hidup adalah pilihan, nggak harus dengan baju kepolisian membantu," tandas Untung.