Fatmawati (14) warga Teluk Tiram II Banjarmasin Barat yang duduk di kelas 3 SMPN 25 Banjarmasin ini merekayasa kasus penculikan terhadap dirinya dengan meminta tebusan uang kepada orang tuanya sendiri sebesar Rp 50 juta."Saya kabur dari rumah habis Isya pada Minggu (3/4) malam," kata Fatmawati, Senin (4/4).Fatmawati kabur dari rumah mengaku lantaran sering dianiaya ayahnya dan selalu dikekang di dalam rumah akibatnya susah kemana-mana.Menurutnya, usai kabur dari rumah, Ia berjalan di Jalan Dahlia hingga ke Jalan Kebun Sayur kemudian ada mobil Avanza distop, lalu ikut menumpang.Tiba di Jalan Nagasari Banjarmasin Tengah, Fatmawati minta diturunkan, lalu sopir mobil menurunkannya.Di Jalan Nagasari, Fatmawati berjalan dengan kondisi lemas dan menemukan obat merah merek betadin. Dia pun berpikir seolah-olah diculik dengan menumpahkan obat merah itu ke wajahnya.Dia sempat menghubungi temannya untuk membuat broadcast di BBM dengan tulisan kalau dirinya diculik dan meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta.Setelah itu, dirinya kembali lemas dan ditemukan oleh barisan pemadam kebakaran, yang melihat Fatmawati dalam keadaan lemas dan berdarah di wajahnya, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Suaka Insan untuk mendapat perawatan."Semua kejadian itu adalah rekayasa dari Fatmawati dan kejadian penculikan itu semua tidak benar dan bohong," beber Kanit Jatanras Ipda Arya dikutip dari Antara.Untuk cairan warna merah di wajahnya, hasil pemeriksaan pihak medis itu bukan darah melainkan obat merah yang sengaja ditumpahkannya ke wajahnya sendiri dan tidak ada tanda luka atau bekas penganiayaan.Kini Fatmawati sudah diamankan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal untuk dimintai keterangan seputar rekayasa kasus penculikan."Anak itu hanya kami minta keterangan saja, setelah itu diperbolehkan pulang dengan dijemput orang tuanya, dan sekali lagi saya tekankan tidak ada kasus penculikan anak," tegas Arya.
Dikekang orang tua, Fatma pura-pura diculik minta tebusan Rp 50 juta
Fatma sempat menghubungi temannya untuk membuat broadcast di sebuah media sosial dengan tulisan kalau dirinya diculik.
Advertisement
Rekomendasi