Haul kilat supaya selamat

Malam sebelumnya mereka sempat diancam supaya membatalkan gelaran.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Haul kilat supaya selamat
demo di Bangil. ©2016 merdeka.com/istimewa

Ratusan warga menggeruduk sebuah acara peringatan Haul Sayyidah Fatimah di Bendomungal 389, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Mereka menganggap, acara pengajian itu sebagai pengkaderan aliran Syiah."Mereka menduga acara ini pengkaderan Syiah. Padahal di dalam awal sampai akhir acara tak ada motif Syiah, tidak ada pengkaderan," kata salah satu warga di lokasi, H, saat dihubungi merdeka.com, kemarin.Puluhan polisi berjaga-jaga di lokasi. Namun, kata H, polisi tak bisa menghalau massa yang berusaha mendekat ke lokasi acara, dan ngotot agar acara haul dibubarkan."Jika tidak, mereka mengancam akan membubarkan dan membakar gedung. Bahkan ada sms berantai," ucap H.Peringatan Haul Sayyidah Fatimah diselenggarakan sebuah LSM bernama Islamic Women Center (IWOC). Abdul Rahman, tuan rumah acara itu, membantah bila acara pengajian itu sebagai ajang pengkaderan Syiah.Menurut Abdul, haul ini diselenggarakan karena ingin mengenalkan sosok putri Nabi Muhammad, Sayyidah Fatimah kepada masyarakat. Dalam acara ini, berisi doa-doa atau pujian terhadap Nabi Muhammad dan pembacaan ayat suci Al Quran."Kami sering mengadakan peringatan-peringatan hari besar Islam, termasuk peringatan Haul Sayyidah Fatimah. Peringatan kami mungkin jauh lebih lengkap dibandingkan mereka. Tujuan kami mengenalkan sosok perempuan putri nabi yang suci," kata Abdul.


Abdul menceritakan, peringatan itu awalnya akan digelar di sebuah gedung. Berhubung ada penolakan dari masyarakat yang mengatasnamakan gabungan 25 elemen, Forkompida (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) menyarankan agar acara dipindah ke salah satu pondok pesantren terdekat."Kami enggak mau, karena enggak ada kaitannya dengan pesantren itu. Win win solution akhirnya dilakukan di rumah saya," ujar Abdul.Lebih lanjut, Abdul menjelaskan, acara Haul Sayyidah Fatimah dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB. Pada kenyataannya, acara dimulai pukul 07.00 WIB dan diakhiri lebih cepat karena ada unjuk rasa dari elemen masyarakat tersebut."Tidak sampai terjadi bentrok, acara ini pesertanya banyak ibu-ibu. Keamanan juga berjaga-jaga, keamanan internal kami, Satpol PP dan polisi berjaga-jaga," tutur Abdul."Acara dimulai, mereka datang dipimpin Ustad Nazir, Anggota DPRD PKS Kabupaten Pasuruan," sambungnya.Menurut dia, Nazir membawa massa sebanyak seratusan orang. Mereka mendekati lokasi acara dan meminta agar peringatan Haul Sayyidah Fatimah dibubarkan."Mereka keberatan dengan acara yang di dalamnya membaca doa-doa nabi, tawasul, tahlilan. Atas kerjasama kami sebagai warga negara yang baik, kami diminta pihak keamanan untuk mempersingkat waktu. Waktu kami persingkat," tutup Abdul.

Rekomendasi