Sempat berkelit, Emil akui Bandung sumbang sampah di Cikapundung

Sampah-sampah itu berasal dari berbagai wilayah Bandung, Jawa Barat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sempat berkelit, Emil akui Bandung sumbang sampah di Cikapundung
Sampah di Sungai Cikapundung. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Pemandangan suram terlihat di Sungai Cikapundung, di Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ratusan ton sampah menumpuk di areal tersebut. Bahkan, Sungai Cikapundung kini bagaikan lautan sampah. Tentu saja sampah-sampah itu berasal dari berbagai wilayah Bandung, Jawa Barat.Sempat membantah, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil akhirnya mengakui bahwa sampah yang menumpuk di Sungai Cikapundung, karena ada sumbangsih dari Kota Bandung. Hanya saja dia menolak jika sepenuhnya, kiriman sampah itu disebut berasal dari wilayahnya."Kita bantu ke sini. Karena sebagian sampah harus akui berasal dari Kota Bandung. Tapi ini sebenarnya kan lintas wilayah," kata pria yang akrab disapa Emil di sela-sela peninjauannya di Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Kamis (24/3).Sampah di Kota Bandung sendiri saban hari yang dihasilkan warga mencapai 1.500 ton. Adapun yang terangkut oleh Dinas PD Kebersihan Kota Bandung yakni 1.200 ton. Berbagai upaya dilakukan agar sampah tersebut bisa tersalurkan maksimal.Menurut Emil, beberapa pembaharuan yang digulirkan Pemkot Bandung juga dilakukan. Sebut saja denda Rp 50 juta bagi yang membuang sampah ke sungai, lalu sanksi sosial di mana orang yang tertangkap kamera membuang sampah akan dipajang fotonya."Kita upaya mendenda sudah dilakukan, dengan cara potret dan hukuman dan sebagainya. Sampai nanti pada akhirnya enggak ada lagi orang buang sampah ke sungai," ujarnya.Anak Sungai Citarum yang beberapa hari ke belakang menjadi 'lautan sampah' di Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang itu sebenarnya masuk ke wilayah Kabupaten Bandung. "Rapat koordinasi dengan provinsi yang berlangsung kemarin kan. Intinya kita akan saling bantu," tandas Emil.Pemkot Bandung dan TNI melalui Kodim 0618/BS mengerahkan sekitar 600 personel. Sejumlah kendaraan berupa alat berat turun ke lokasi untuk mengangkut gundukan sampah.

Rekomendasi