TNI sebut helikopter jatuh di Poso tak melebihi kapasitas penumpang

Helikopter itu juga dipasang antipetir diatasnya sesuai standar penerbangan heli.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
TNI sebut helikopter jatuh di Poso tak melebihi kapasitas penumpang
Jokowi layat anggota TNI korban heli jatuh di Poso. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Markas Besar TNI Angkatan Darat masih melakukan investigasi jatuhnya helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 ED HA 5171 yang tersambar petir di Poso, Sulawesi Tengah. Oleh sebab itu, butuh waktu lama untuk menemukan hasil investigasi tersebut."Saya belum bisa update yang lebih jauh karena proses sedang berjalan. Proses pemeriksaan investigasi sedang berjalan. Mohon sabar saja, tapi saya yakin dalam waktu dekat kami akan keluarkan statement itu tentu kami akan berkoordinasi dengan Mabes TNI," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen MS Fadhillah saat coffe morning di Media Center Mabes AD, Jakarta, Kamis (24/3).Dia membantah bahwa helikopter tersebut melebihi kapasitas penumpang, meski helikopter Bell 412 yakni 4 baling-baling dan 12 penumpang. Menurut dia, maksimal penumpang helikopter tersebut sekitar 14 orang."Oh enggak, aspeknya banyak penumpang penumpang juga bobot. Jadi saya kira kalau tidak salah 14 penumpang masih bisa, masih muat," kata dia.Lanjut dia, helikopter itu juga dipasang antipetir diatasnya. Sebab dalam standar penerbangan heli dan pesawat wajib dipasang penangkal petir."Tentu itu sudah ada dalam spech standar yang ada. Saya kira kalau yang berkaitan di sana (heli jatuh) belum bisa statement," tandasnya.Untuk diketahui, helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 mengalami kecelakaan di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) sekitar pukul 17.55 WITA. Helikopter buatan Amerika Serikat itu ditumpangi 13 orang disambar petir karena cuaca buruk.Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman menyatakan 13 penumpang itu untuk operasi perbantuan Tinombala di Poso. "Musibah jatuhnya Helikopter milik TNI AD sedang melaksanakan tugas operasi perbantuan kepada Polri di Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah," kata Mayjen Tatang Sulaiman saat konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Minggu (20/3).Tiga belas penumpang heli itu mendapatkan kenaikan pangkat anumerta dan tanda jasa Bintang Bhayangkara Nararya atas gugurnya dalam operasi Tinombala di Poso. Berikut nama-nama penumpang jatuhnya heli di Poso, Sulawesi Tengah:1. Kolonel Inf Saiful Anwar (Danrem 132/Tdl)

2. Kolonel Inf Heri

3. Kolonel Inf Ontang R. P.

4. Letkol Cpm Tedy

5. Mayor Inf Faqih

6. Kapten Dr.Yanto

7. Prada Kiki

8. Kapten Cpn Agung

9. Lettu Cpn Wiradi

10. Letda Cpn Tito

11. Serda Karmin

12. Sertu Bagus

13. Pratu Bangkit

Rekomendasi