Polisi datangi 2 warga yang dituduh dukun santet tumbal 41 orang

Polisi meminta agar keduanya bisa bersikap bijak menghadapi tudingan masyarakat yang mencurigai mereka dukun santet.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Polisi datangi 2 warga yang dituduh dukun santet tumbal 41 orang
Suasana saat rukyah‎ warga Merancang Ulu. ©2016 merdeka.com/istimewa

Kepolisian telah mengantongi identitas 2 warga Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Merancang Ulu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang dituding warga sebagai dukun santet tumbal nyawa 41 orang. Kedua warga itu, sementara ini diberikan arahan agar tidak terpancing tudingan warga.Di sela kegiatan pengamanan ruqyah massal warga Merancang Ulu, Senin (21/3), aparat kepolisian mendatangi 2 warga itu, masing-masing bernama Azwar dan Ahmad, yang tinggal di Jalan Poros Tanjung Batu, RT 02, Kampung Merancang Ulu."Kami ke lokasi kedua warga itu sekitar jam 2 siang, dengan tim terdiri dari personel kepolisian dari intelkam, bersama juga dengan ustaz," kata Kapolres Berau AKBP Anggie Yulianto Putro, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Senin (21/3) malam.Diterangkan Anggie, kedua warga itu, dicurigai masyarakat Merancang Ulu, sebagai dukun santet, terkait isu tumbal nyawa 41 warga kampung, menyusul meninggalnya 10 orang warga kampung, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir."Mereka (Azwar dan Ahmad), diberikan pencerahan," ujar Anggie.Dijelaskan Anggie, tim yang menemui keduanya, meminta agar mereka berdua bisa bersikap bijak, menghadapi tudingan masyarakat yang mencurigainya sebagai dukun santet yang meresahkan warga. "Disampaikan agar mereka bisa bersabar karena (kecurigaan) ini adalah fitnah," tambah Anggie.Anggie juga menerangkan, aparat kepolisian yang dipimpin bagian operasional Polres Berau bersama muspida, juga unsur masyarakat kampung, memang turun langsung ke lokasi Merancang Ulu, untuk meredam keresahan masyarakat setempat."Ada pertemuan warga, membahas terkait isu guna-guna warga kampung Merancang Ulu ini. Kita keluarkan imbauan agar semua menahan diri, jangan main hakim sendiri," pungkas Anggie.Diketahui, isu ilmu hitam merebak di tengah masyarakat kampung Merancang Ulu. Bahkan diakui Kepala Kampung Merancang Ulu, Andi Marpai, isu tumbal 41 nyawa warga Merancang Ulu, membuat dia dan warganya ketakutan. Bahkan di malam hari, warga Merancang Ulu, lebih memilih berada di dalam rumah.

Rekomendasi