Sulistiyo, orator ulung dan konsisten perjuangkan nasib guru

Sulistiyo disebut sebagai sosok yang tidak pernah mendua di organisasi PGRI.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Sulistiyo, orator ulung dan konsisten perjuangkan nasib guru
Sulistiyo Ketua Umum PGRI. ©2016 Merdeka.com

Sebagai Ketua PB PGRI, kepedulian almarhum Sulistiyo yang meninggal karena ledakan di Rumah Sakit (RS) Mintoharjo terhadap nasib dan kesejahteraan guru di Indonesia sangat konsisten. Tak heran PGRI sangat berduka dengan musibah yang menimpa Sulistiyo."Kepedulian terhadap guru sangat konsisten dan konsekuen dengan perjuangan para anggota PGRI," ungkap Ketua PGRI Jawa Tengah H Widadi kepada awak media di rumah duka almarhum Sulistiyo di Jalan Karangingas Raya Nomor 8 RT 3 RW VII, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang Senin (14/3) malam ini.Sulistiyo, menurut Widadi merupakan sosok pejuang nasib para guru mulai dari guru honorer hingga kesejahteraan bagi para guru. Sampai memperjuangkan hak-hak yang harus diterima guru dari negara."Berjuang untuk para guru mulai pengangkatan CPNS, tunjangan profesi UKG dan seluruh hak-hak guru sesuai undang-undang," ucapnya.Demikian juga di mata para pengurus dan para anggota PGRI, Widadi membeberkan sosok Sulistiyo saking konsistennya perjuangannya terhadap perjuangan nasib guru, Sulistiyo disebut sebagai sosok yang tidak pernah mendua di organisasi PGRI."Sering disebut Pak Lis seluruh hidupnya setelah berkarir sebagai guru untuk PGRI dan beliau tidak mendua. Hanya ngurusi PGRI," ungkapnya.Kesan dari sosok Sulistiyo, Widadi menyatakan adalah sosok orator ulung. Di mana setiap naik ke atas podium atau panggung selalu orasinya membuat kagum baik para mahasiswa, dosen dan civitas akademika di Universitas PGRI Kota Semarang tempat dirinya mengajar sebagai dosen."Kalau kesan yang bisa diungkap bagi guru dan mahasiswa jadi idola. Seperti fans band kedatangan idola. Tokoh kemampuan orasi dan bicara lesan belum ada tandingi," pungkas Widadi.

Rekomendasi