Komisi III DPR berencana memanggil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pemanggilan ini terkait banyaknya temuan dari hasil sidak di DKI. Salah satu masalah bakal dibahas, terkait adanya perdagangan manusia di Jakarta."Memang kita rencana memanggil beliau (Ahok) dalam rangka kenyamanan keamanan. Karena kan izin-izin itu tetap berhubungan dengan gubernur DKI. Itu soal perdagangan manusia," kata Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang saat dihubungi merdeka.com, Selasa (8/3).Politisi PDIP ini mengakui bahwa komisi III DPR sudah melakukan sidak ke beberapa tempat hiburan mulai di Jakarta hingga luar kota. Hal tersebut dilakukan guna mengklarifikasi laporan dari masyarakat."Kita menemukan laporan-laporan adanya dugaan perdagangan manusia. Seperti contoh katanya ada warga negara China yang bekerja di salah satu tempat di daerah Ancol. Kita ke sana untuk membuktikan dugaan tersebut. Ternyata setelah kita melakukan cek lokasi, mereka lengkap surat-surat semua," ujarnya. Menurut Junimart, program sidak tersebut berkaitan dengan Panja penegakan hukum. "Kita sudah kerja hampir delapan bulan. Kita sudah merambah daerah. Kita sudah ke Medan, Kaltim, bahkan habis Jakarta mau ke Riau," ujarnya. Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap menambahkan, tugas dan fungsi Panja tersebut guna menyisir beberapa masalah berkaitan dengan perdagangan manusia. "Lebih pada pengawasan tentang lalu lintas orang yang keluar masuk republik Indonesia. Kita tahu ada sejumlah masalah yang berpotensi muncul kalau kita tidak memberikan pengawasan secara baik terhadap lalu lintas orang itu. Perdagangan orang misalnya," ungkap Mulfachri.
Ini alasan gentingnya kehadiran Ahok buat Komisi III DPR
Hal tersebut dilakukan guna mengklarifikasi laporan dari masyarakat.
Rekomendasi