Cari anak hilang usai kirim SMS, orang tua Nurri datangi dukun

Korban terlacak sedang berada di sebuah rumah kosong daerah Kalibata-Pasar Minggu.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Cari anak hilang usai kirim SMS, orang tua Nurri datangi dukun
Ilustrasi orang hilang. ©2015 Merdeka.com

Pasangan Budiyanto dan Choiriah kini tengah dilanda kekhawatiran yang luar biasa. Bagaimana tidak, buah hatinya yang masih berusia 16 tahun, Nurria Puji Lestari tak kunjung kembali kepelukan mereka.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, Nurri hilang usai mengirimkan SMS minta tolong kepada orang tuanya. Daya upaya pun dilakukan mulai dari lapor ke pihak berwajib hingga mendapatangi dukun atau orang pintar guna melacak keberadaan Nurri.

"Kata orang pinter kenalan saya, anak saya lagi di bawa ke Citayam, Depok,' ujar Choiriah saat dihubungi, Senin (7/3).

Sebelum mengungkapkan jika urri sedang berada di Citayam, lanjut Choiriah, keberadaan korban terlacak sedang berada di sebuah rumah kosong daerah Kalibata-Pasar Minggu.

"Kata orang pinter juga dia di rumah kosong daerah Pasar Minggu-Kalibata. Feeling aku ada yang mau ambil handphone sama laptopnya. Kaya dihipnotis gitu. Ciri-cirinya pake jilbab warna ungu, baju ungu kotak-kotak, celana jeans, sepatu kets, tas ransel ungu," jelas Choiriah.

Sebelumnya, paman korban, Herman mengungkapkan isi SMS yang dikirimkan Nurri sebelum hilang kontak.

"Keponakan saya namanya Nuri. Kemarin ja, 10 pagi mau berangkat ke rumah temennya dari Rancho Indah ke Pasar Minggu. Dia naik angkot S15," ujar Herman.

"Setelah itu dia SMS sekali ke orang tuanya. 'Ma, Pa Tolongin Buri. Nuri takut. Ini Nuri sedang sama perempuan ngga Nuri kenal. Lagi di rumah kosong lantai 2'. Kira-kira begitu SMS ke orang tuanya," ujar Herman seraya menirukan isi SMS yang dikirimkan Nurri.

Usai mengirimkan SMS tersebut, lanjut Herman, ponsel korban langsung tidak dapat dihubungi lagi. "Setelah itu nggak aktip nomornya," ujarnya.

Herman melanjutkan, usai mendapat pesan dari Nurri, keluarga langsung melaporkan haltersebut ke pihak berwajib guna mencari keberadaan anaknya. "Kemarin jam 13.00 saya lapor ke Polsek Pasar Minggu tapi belum ditanggepin karena belum 24 jam. Semalem saya sama orang tua Nuri buat laporan dari jam 11 malem sampe 1 pagi," jelasnya.

Usaha keluarga tak berhenti sampai di situ. Keluarga pun ikut mencari keberadaan Nurri. "Keluarga sudah nyari ke Cibubur, Cijantung, Condet, Kalibata, Pasar Minggu. Ke temen-temennya juga udah. Kemarin buat laporan sama temennya yang rumahnya mau dia samperin," bebernya.

Rekomendasi