Nurria Puji Lestari, gadis berusia 16 tahun ini tak kunjung kembali ke rumahnya usai berpamitan pada Minggu, (6/3) sekitar pukul 10.00 Wib. Siswi di SMKN 22 Jakarta ini sempat mengirim pesan singkat ke orang tuanya yang bernada permintaan tolong dan tengah merasa ketakutan.
"Keponakan saya namanya Nuri. Kemarin jam 10 pagi mau berangkat ke rumah temennya dari Rancho Indah ke Pasar Minggu. Dia naik angkot S15," ujar Herman, paman korban saat dihubungi, Senin (7/3).
Herman pun mengungkapkan isi pesan terakhir yang dikirimkan Nurria ke orang tuanya. "Setelah itu dia SMS sekali ke orang tuanya. 'Ma, Pa Tolongin Nuri. Nuri takut. Ini Nuri sedang sama perempuan ngga Nuri kenal. Lagi di rumah kosong lantai 2'. Kira-kira begitu SMS ke orang tuanya," ujar Herman seraya menirukan isi SMS yang dikirimkan Nurri.
Usai mengirimkan SMS tersebut, lanjut Herman, ponsel korban langsung tidak dapat dihubungi lagi. "Setelah itu nggak aktip nomornya," ujarnya.
Herman melanjutkan, usai mendapat pesan dari Nurri, keluarga langsung melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib guna mencari keberadaan anaknya. "Kemarin jam 13.00 saya lapor ke Polsek Pasar Minggu tapi belum ditanggepin karena belum 24 jam. Semalem saya sama orang tua Nuri buat laporan dari jam 11 malem sampe 1 pagi," jelasnya.
Usaha keluarga tak berhenti sampai di situ. Keluarga pun ikut mencari keberadaan Nurri. "Keluarga sudah nyari ke Cibubur, Cijantung, Condet, Kalibata, Pasar Minggu. Ke temen-temennya juga udah. Kemarin buat laporan sama temennya yang rumahnya mau dia samperin," bebernya.
Herman menambahkan, sosok Nurri merupakan remaja yang cukup mandiri meskipun usianya masih 16 tahun. "Dia udah mandiri. Kalau berangkat sekolah memang diantar bapaknya. Kalau pulang sendiri naik angkot. Sebelumnya nggak pernah ilang-ilangan, orang masih kecil," pungkasnya.