Benda mirip kaki katak ditemukan di dalam susu kemasan siap minum

Korban sempat diboyong ke rumah sakit setelah meminum susu tersebut.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Benda mirip kaki katak ditemukan di dalam susu kemasan siap minum
ilustrasi. ©www.today.com/ www.livescience.com

Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar-Banten-DKI menerima laporan adanya konsumen yang menemukan susu kemasan berisi benda diduga mirip kaki katak di dalamnya. Keluhan itu kemudian menyeret produsen susu PT Ultra Jaya atas laporan orang tua korban Rini Tresna Sari ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Berikut barang bukti kemasan dengan kode produksi 10.21.09 dan exp 23 Agustus 2016."Kasus ini membawa konsumen ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) melalui sidang arbitrase," kata Firman pada merdeka.com, Selasa (1/3).Persidangan digelar lantaran mediasi yang dilakukan antara konsumen dan pihak produsen susu tidak menemukan titik terang.Dia menjelaskan, HLKI mendapat laporan dari konsumen Rini pada 11 Februari lalu terkait ada seorang anak berinisial A yang keracunan usai mengkonsumsi susu kemasan. A diboyong ke rumah sakit pada usai kejadian 27 Januari lalu.Pihak konsumen sudah meminta pertanggungjawaban produsen susu, namun perusahaan dinilai kurang kooperatif. Maka HLKI langsung mendampingi konsumen ke BPSK.Firman menjelaskan, berdasarkan Pasal 23 Undang-undang Perlindungan Konsumen, pihak konsumen berhak mengajukan gugatan ke pengadilan atau ke BPSK.Terpisah, Plant Manager PT Ultra Jaya Azwar M. Muhthasawwar memastikan, benda asing mirip dengan kaki katak tersebut, merupakan gumpalan atau endapan lemak susu. Kepastian itu didapat setelah pihaknya menganalisis kandungan yang menjadi barang bukti konsumen.Lewat uji mikroskopis terhadap potongan padatan yang diterima konsumen, baik dari segi tekstur, aroma, maupun struktur sel menunjukkan padatan. "Jadi, gumpalan itu bukan fragmen hewan," terangnya pada wartawan, Selasa (1/3).Bahkan BPOM yang melakukan sidak ke tempat produksi PT Ultra Jaya di Padalarang tidak menemukan keanehan dalam pembuatan kemasan."Pihak BPOM tidak menemukan keanehan di dalam kemasan kode batch yang sama dan semua dipastikan normal," terangnya.Dia menduga, gumpalan terjadi karena adanya kebocoran dalam kemasan susu produk dari PT Ultra Jaya yang disalurkan lewat distributor.

Rekomendasi