Tiga kios ludes terbakar, pedagang Pasar Johar menangis histeris

Pemkot berjanji bakal membantu pedagang yang kehilangan kios.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Tiga kios ludes terbakar, pedagang Pasar Johar menangis histeris
Ilustrasi Kebakaran. ©2015 Merdeka.com

Terbakarnya Pasar Yaik Baru, Kompleks Pasar Johar, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah menyisakan kesedihan. Seorang ibu-ibu pedagang yang tiga kiosnya ludes terbakar langsung menangis histeris saat Wakil Wali kota Semarang Heavearita Gunaryanti yang akrab disapa Mbak Ita mendatangi lokasi terbakarnya pasar."Aduh bu, tiga kios saya ludes terbakar. Bagaimana bu. Saya bingung bu. Besok mau jualan dimana ibu?" ungkap Sarminah istri dari Satiman warga Kampung Grobogan, Kelurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang Sabtu (27/2) malam tadi.Sontak, Wakil Wali kota Semarang Mbak Ita langsung memeluk ibu-ibu tersebut untuk menenangkannya. Mbak Ita juga langsung memberikan nasihat kepada ibu-ibu tersebut."Ya sudah bu. Namanya musibah, nanti biar kami upayakan dulu langkah-langkah jalan keluar apa yang nanti harus kami lakukan sebagai tindaklanjut musibah kebakaran ini. Yang terpenting, ibu dan bapak selamat," ungkap Mbak Ita saat menenangkan Sarminah yang didampingi suaminya Satiman menunggui sebagian barang dagangan yang berhasil diselamatkan saat kebakaran di Halaman Masjid Agung Kauman, Pasar Johar, Kota Semarang.Selain tiga kiosnya yang ludes terbakar, saat ini pasangan suami istri yang sehari-hari berjualan pakaian ini juga mempunyai utang Bank Mandiri sebesar Rp 40 juta lebih. Uang tersebut yang digunakan sebagai modal untuk berjualan pakaian di Pasar Yaik Baru, Kompleks Pasar Johar Kota Semarang tersebut.Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab dipanggil Mas Hendi juga mendatangi lokasi. Keduanya paska terjadinya kebakaran langsung menggelar rapat penanganan musibah terbakarnya Pasar Johar Kota Semarang di ruang pengurus Masjid Agung Kauman, Kota Semarang, Jawa Tengah.Selain itu, BPBD Jawa Tengah yang dipimpin oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng Sarwa Permana mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik dan makanan para pedagang yang sedang berupaya untuk mengevakuasi barang dagangan yang selamat dari musibah kebakaran.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga ke lokasi yakin dan wali kota akan bisa mengatasi musibah terbakarnya Pasar Johar untuk yang kedua kalinya ini."Kalau ini Wali kota beres! Satu jumlahnya nggak terlalu banyak. Nanti kita siapkan langkah-langkah. Pak Wali sudah punya inisiatif tadi. Dapur umum sudah disiapkan. Warga juga sudah berkerumun," ucap Ganjar.Ganjar menjelaskan, langkah pertama yang harus diambil Mas Hendi adalah mendata berapa sebetulnya kios Pasar Yaik Baru yang terbakar. Harapanya, Minggu (28/2) data berapa jumlah kios tepat yang terbakar bisa diperoleh. Kemudian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemprov Jateng siap untuk memback-up selama proses penanggulangan kebakaran Pasar Johar ini. Termasuk upaya untuk menangani persoalan ini supaya para pedagang yang kiosnya terbakar bisa berjualan kembali."Mungkin langkah pertama dari Dinas Pasar saya minta untuk mendata. Saya harapkan final, besok pagi akan dirapatkan oleh Pak Wali. Kita back up dengan Dinas kita, Perdagangan dan Perindustrian. Nanti saya kira Pak Wali cukup, bisa menyelesaikan persoalan ini. Mudah-mudahan nggak nular jadi nggak banyak. Mungkin yang harus dipertimbangkan bagaimana mereka jualan lagi," ungkap politisi PDI Perjuangan ini.Ganjar mengungkapkan, selain pendataan juga ada alternatif penyelesaian supaya para pedagang yang kiosnya terbakar bisa berjualan kembali paska kebakaran terjadi."Maka assassment dari Dinas Pasar harapan kita malam ini bisa langsung didata, paling tidak sehari besok clear. Mereka bisa langsung berjualan lagi. Tapi kalau tidak kita akan gunakan skim yang kemarin dilakukan di Johar," ujar Ganjar yang mendatangi lokasi kebakaran ditemani istrinya Siti Atikoh Supriyanti.Termasuk, Ganjar meminta untuk mendata beberapa pedagang yang mempunyai utang dengan beberapa bank. Kemudian, Hendi bisa membicarakan persoalan hutang yang dimiliki oleh para pedagang yang kiosnya terbakar supaya bisa membantu melalui dana CSR bank tersebut."Tapi paling tidak siapa tadi? Pak Satiman bercerita dia nasabah dari Bank BUMN nanti Pak Wali akan bicara dengan Bank BUMN. Setidaknya dari Bank BUMN dengan kreditnya bisa membantu musibah ini dengan CSR nya. Tapi di luar CSR yang akan turun Pak Wali sudah siap," pungkas Ganjar.

Rekomendasi